Pemprov Sulteng ajak masyarakat untuk penuhi hak anak

5 May 2019, 15:07 WIB
2 0 144
Gambar untuk Pemprov Sulteng ajak masyarakat untuk penuhi hak anak
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengajak masyarakat untuk memenuhi hak-hak anak lewat kegiatan gerakan stop perkawinan dini atau perkawinan anak di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu.

"Kita lindungi hak anak dengan memberikan perlindungan sesuai dengan hak-hak yang mesti mereka dapatkan," ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulteng, Ihsan Basir di Parigi Moutong, Sabtu.

Menurutnya, DP3A Sulteng bekerjasama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melibatkan siswa-siswi pelajar tingkat SLTA, LSM, tokoh masyarakat dalam kampanye stop perkawinan anak.

"Kita harapkan kegiatan ini tidak hanya sebatas ini saja, kepada para peserta bisa menyampaikan kepada masyarakat lainnya, dan berharap kepada media untuk membantu mengkampanyekan stop perkawinan anak di Sulteng," sebutnya.

Ihsan menegaskan, anak berhak mendapat hak-hak antara lain, hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi.

Karena itu, para orang tua harus menanamkan pendidikan kepada anak sejak dini, tentang bahaya perkawinan anak usia belia. karena, menikah diusia yang muda adalah hal yang sangat mutlak ditolak, terlebih masih minimnya pengetahuan/informasi tentang bahaya perkawinan dini untuk anak.

"Negara telah berkomitmen untuk menghentikan praktek perkawinan anak, sebagai bentuk jaminan perlindungan terhadap anak," sebut dia.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan gerakan stop perkawinan anak di Parigi Moutong untuk mendorong pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan dan mewujudkan kepedulian bersama dalam upaya meminimalisir perkawinan anak.

Karena, urai dia perkawinan anak sangat mempengaruhi perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikologi. Belum lagi, anak yang menikah diusia muda, organ produksinya belum berfungsi optimal, dan secara psikologi belum siap menjadi ibu dalam arti kemampuan mengasuh anak serta dalam pengendalian emosional.

Berdasarkan data BKKBN Tahun 2015 perkawinan anak di Sulteng sudah mencapai 31,91 persen. Data Susenas 2015 rata-rata anak berusia 15 hingga 19 tahun berstatus kawin dan pernah kawin di Sulteng.

Kepala DP3A Sulteng Ihsan Basir menyampaikan sambutan pada pertemuan perempuan Sulteng terkait pemenuhan hak dalam kegiatan 'antara aku, perempuan dan kopi' di Palu, Sabtu. 

sumber: antara news

  Komentar untuk Pemprov Sulteng ajak masyarakat untuk penuhi hak anak

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Penimbunan Lokasi Smelter PT. GNI Diduga Tidak Memiliki IUP

    Sandy Makal  di  Morowali Utara  |  24 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 11
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020