Pemkot Pontianak Larang Permainan Layang-Layang di Wilayah Kota Pontianak

51703 medium pemkot pontianak larang penjualan dan permainan layang layang di wilayah kota pontianak
Kebiasaan bermain layangan menggunakan benang kawat dan benang gelasan di Pontianak membahayakan pengendara motor. Sejak tahun 90-an sering dilaporkan adanya pengendara motor yang luka tersayat benang gelasan, bahkan sampai meninggal dunia seperti yang terjadi pada seorang siswi SMA pada tahun 2009 silam (Lihat: https://www.viva.co.id/video/berita/4955-siswi-tewas-terjerat-benang-layang-layang-1)

Beberapa tahun belakangan korban berjatuhan akibat kesetrum listrik saat mencoba mengambil layang-layang yang tersangkut karena benang kawat dapat mengantarkan listrik seperti yang menewaskan warga Panglima Aim pada tahun 2016 (Lihat: https://www.jpnn.com/news/ngeri-pria-ini-tewas-gara-gara-layangan). Baru-baru ini benang kawat layangan kembali menelan korban jiwa seorang bocah berusia 10 tahun di Kubu Raya pada 21 Januari 2019 (Lihat: https://news.okezone.com/read/2019/01/22/340/2007665/kejar-layangan-putus-bocah-10-tahun-tewas-kesetrum).

Insiden demi insiden yang kembali terjadi ini membuat pihak Pemkot mengeluarkan langkah drastis pada tahun 2004 untuk melarang permainan layang-layang di Kota Pontianak dengan menerbitkan Perda No 3/2004 tentang Ketertiban Umum.

Larangan tersebut tertuang dalam Pasal 22 Perda No 3/2004 yang berbunyi: dilarang bermain layangan di Kota Pontianak kecuali ada izin. Adapun izin itu dikhususkan untuk layangan hias. Dilarang juga menggunakan benang yang mengandung metal, benang yang mengandung gelasan. Sanksi bagi pelanggar ialah pidana 3 bulan (kurungan) dan denda setinggi-tinggi Rp 50 juta.

Meskipun permainan layang-layang sudah lama illegal dan dapat dipidanakan, namun itu tidak sepenuhnya membuat para pecinta permainan layang-layang di Pontianak menjadi kapok dan jera. Setelah jatuhnya korban jiwa di bulan Januari tersebut, pihak Pemkot Pontianak sedang menggodok rencana perluasan Perda untuk mempertegas Perda No 3/2004. Perluasan Perda yang rencananya akan dibuat maklumat tersebut nantinya bahkan akan melarang pembuat, penjual, dan pemilik layang-layang.

Sumber foto: Wikimedia CC0 (Non Commercial Attribution)
Sudah dilihat 29 kali

Komentar