Pemkot dan PT KAI Bahas Desain Penataan Stasiun Bogor

33612 medium img 20180922 wa0002
Oleh Husnul Khatimah, pada Sep 22, 2018

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pemerintah Kota Bogor dan PT Kereta Api Indonesia melakukan pembahasan mengenai desain penataan Stasiun Bogor, Jumat (21/9/2018). Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut baik langkah dan gagasan dari PT KAI itu untuk melakukan pembenahan aset yang ada, khususnya di Stasiun Bogor.

“Kios-kios yang berdiri di lahan PT KAI sudah dibongkar. Langkah selanjutnya akan ditata dan dibangun lahan parkir agar tidak semrawut. Selain di Nyi Raja Permas, ada juga lahan kosong milik PT KAI yang cukup luas di kawasan Paledang. Akan di bangun park and ride juga di sana,” kata Bima.

Setelah lahan parkir terbangun, lanjut Bima, akan dievaluasi pula sirkulasi pejalan kaki dari dan menuju Stasiun. Pintu utama stasiun lama yang berada di Jalan Nyi Raja Permas akan dihidupkan kembali.

"Nanti tidak ada lagi pintu Mayor Oking. Akan dibuka setelah tempat parkirnya siap. KAI juga berencana membuat skywalk yang akan menghubungkan kawasan Stasiun dan Paledang. Skywalk itu selain bisa digunakan sebagai sirkulasi penumpang juga bisa untuk menampung pedagang kaki lima seperti di Cihampelas Bandung,” kata Bima.

Desain kawasan Stasiun Bogor itu kemudian akan di sinkronkan dengan apa yang menjadi aset Pemkot Bogor. “Oktober ini kita mulai ambil alih Taman Topi. Kami akan kembalikan menjadi ruang terbuka hijau menyatu dengan Masjid Agung lalu tembus dengan Stasiun. Jadi ini dalam waktu dua tahun wajahnya akan baru, tertata,” kata Bima.

Sementara itu, Direktur Manajemen Aset PT KAI Dody Budiawan menyampaikan belum menghitung berapa nilai anggaran yang akan digunakan untuk penataan kawasan Stasiun Bogor.

“Yang aset KAI pastinya pakai anggaran KAI. Begitu juga dengan Pemkot. Berapa anggarannya? belum tahu. Soalnya kami akan matangkan dulu konsepnya, baru kita berhitung. Kalau Pemkot oke, kita detailkan,” ujar Dody.

Ia menjelaskan, penataan ini dilakukan berdasarkan masukan dari Pemkot Bogor juga utamanya Dinas Perhubungan dan Kepolisian setempat untuk mengurai titik kemacetan di Kota Bogor.

“Ada 4 titik kemacetan, yakni MA Salmun, Muslihat, Mayor Oking dan Dewi Sartika. Jadi, ini formula untuk mengurai titik macet itu. Dengan konsep baru ini Insya Allah akan lebih lancar. Kami atur juga naik turun penumpang, arus penumpang dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dody menambahkan, saat ini sudah dibongkar kios pedagang yang menempati aset PT KAI untuk mempersiapkan batas-batas lahan yang dimiliki KAI. “Setelah ini kita detailkan, yang penting kita sudah koordinasi dengan Pemkot. Kita harus mengikuti perkembangan pembangunan Pemkot. Kalau tidak ada halangan, akhir tahun 2019 semuanya rampung,” katanya.

Editor : Andres Fatubun
Sudah dilihat 55 kali

Komentar