PEMILIK SENYUM MENTARI (Part.9)

2 March 2019, 07:22 WIB
0 0 107
Gambar untuk PEMILIK SENYUM MENTARI (Part.9)
Malam begitu panjang kurasa. “Kak, bagaimana, sudah ada kabar tentang Nina dan keluarganya?”, ini adalah pesan kelima yang kukirim kepada Kak Komar. Tiga jam setelah ia pamitan untuk pergi ke pusat bencana. Selang beberapa jam ku kirim pesan senada, namun hingga sekarang, kelima pesanku lewat aplikasi watsapp itu masih dengan tanda centang satu, jangankan dibaca, sampai ke nomor yang dituju aja belum.

“Ya Allah tenangkan hatiku”, sudah puluhan kali do’a ketenangan kuucapkan.Kuraih benda persegi dersampul merah jambu itu, benda yang selalu setia menemani suka dukaku sejak lama.Al-Qur’an for women itu kubuka acak.

Surat Al-Isra’, ah…entah mengapa mataku langsung tertuju ke ayat 16, “Jika kami berkehendak untuk menghancurkan negeri, kami memerintah orang-orang yang hidup mewah namun mereka durhaka dalamnegeri tersebut, maka sudah sepantasnya kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”.

Ayat ini membawa imajinaasiku mengembara ke belahan bumi yang kini sedang mendapat musibah bencana alam berupa gempa bumi, namun tanganku kembali menelusuri baris demi baris tafsir ayat ini.

Para ahli qiraat masih berbeda pendapat tentang bacaan amarna (kami perintahkan), tetapi yang masyhur adalah bacaan takhfif.Dan para ahli tafsir juga masih berbeda pendapat tentang arti kata tersebut. Ada yang mengatakan bahwa kata tersebut berarti ,”Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, suatu perintah yang sudah menjadi takdir, tetapi justeru mereka berbuat kedurhakaan di negeri tersebut. Yang demikian itu seperti firmannya: “Tiba-tiba datanglah kepadanya adzab kami pada waktu malam dan siang”. (QS, Yunus : 24)

Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu Abbas ia berkata: kami jadikan orang-orang jahat di Negeri ini berkuasa, sehingga mereka berbuat durhaka di negeri tersebut. Dan jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan membinasakan mereka dengan adzab.

Aaaahhh…Aku menghela napas, memejamkan mata sejenak.Dalam beberapa saat itu, kembali bayangan Nina mendominasi imajinasiku. Iringan do’a kembali bergemuruh dalam dada dan di dukung dengan lisan serta jiwa berpasrah hanya pada kuasa sang penguasa alam.

Bangku sekolah masih menjadi kenangan favorit dibenak. Membahas tentang penomena alam dalam bidang study geografi, sering mengundang kantuk, makanya tidak heran, jika pengetahuan geografi kami kini timbul tenggelam di ingatan, maklum waktu mempelajarinya, konsentrasi kami lebih sering tenggelam dari pada timbul.

Dalam ilmu geografi, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi didalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempa bumi, sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

“Astagfirullahal Azhiim”, kalimat istigfar sebagai perwakilan kekalutan yang memohon ketenangan pada sang pembolak balik hati. Kuulang berkali-kali disela-sela murojaah suratAl-Isra’. Akhirnya kelelahan dan kekalutan pikiran menuntunku terlelap di atas sajadah setelah menutup mushap dengan buru-buru.

Suara notifikasi dari gawaiku membuat aku terbangun.“ wa’alaikumussalam, maaf baru bisa balas, jaringannya bermasalah dek. Tenang aja sayang, kakak sudah ketemu Nina, dia baik-baik saja, sekarang di tenda pengungsian bersama warga lainnya. Tapi kakak belum bisa bicara banyak sama dia, insya Allah besok pagi kakak pergi lagi ketempatnya Nina. Oh ya malam ini kakak nginap di posko teman, mungkin besok belum bisa pulang, mau ikut bantu disini beberapa hari lagi, besok pagi kakak kirim kabar lagi”.

Kabar yang kutunggu-tunggu ini membuat rasa kantukku hilang lenyap. Cepat ku tekan tombol dial setelah memencet nomor Hp kak Komar. Beberapa kali panggilan hanya suara mendu perempuan operator itu saja yang menjawabnya. Yah…harus kumaklumi, sinyal disana pasti sangat tidak mendukung. Kulirik jam dinding yang bertengger lesu didinding kamar, aku menghela napas demi melihat jarum pendeknya berada tepat di angka dua, menandakan bahwa subuh masih lama, waktu sangat cukup untuk melanjutkan mimpi, namun tidak untuk saat ini, aku sama sekali tak ingin tidur bahkan tak butuh tidur saat ini, aku hanya ingin melihat jarum jam itu berlari, lalu mengantarku menyambut fajar shadiq dan segera mendengar suara kekasihku lewat angin mengabarkan berita baik tentang Nina.

Dua rakaat tahajud menjadikan pikiranku jauh lebih tenang.Kembali lisan naifku gaungkan permohonan yang sama, tentu keselamatan Nina adalah temanya.

Bersambung...

  Komentar untuk PEMILIK SENYUM MENTARI (Part.9)

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. PEREMPUAN TANGGUH PERINA

    @ichaq_rasyid  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  5 Jan 2020
  3. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  4. Organisasi Mahasiswa Daerah Melakukan Aksi Galang Dana Peduli Banjir Bekasi

    Abdul Malik Fajar  di  Bekasi Kota  |  4 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020