PEMILIK SENYUM MENTARI (Part.10)

51964 medium screenshot 20181227 143106
Siang yang terik di musim hujan. Ah…aku memang tidak salah rasa, saat ini memang seharusnya curah hujan tinggi, namun gerimispun tak kunjung menyapa, justeru terik yang mengganas. Aku baru saja kembali kerumah, beres-beres kamar dan dapur kulakukan sekedarnya, hape tak pernah lekat dari pantauan, berharap kak komar segera memberi kabar

Tadi malam kekasih halalku itu memberi kabar akan pulang hari ini, kami diskusi tentang Nina, melibatkan Inaq juga. Aku meminta kak komar membawa Nina pulang ke rumah kami, karena luka dikakinya butuh perawatan, sedang pelayanan medis di tempat pengungsian tidak cukup.Inaq juga mendukung keinginanku, sedang kak komar hanya tinggal mengikuti keinginanku.

Suara notifikasi dari gawaku terdengar beberapa kali, “kami sedang di mobil dalam perjalanan pulang, tapi mau langsung ke Rumah Sakit, luka di kaki Nina butuh perawatan segera”. Pesan dari kak komar lewat aplikasi whats apps itu membuatku deg-degan, sebenarnya seberapa parah luka di kaki Nina ?. “sayang, kamu nyusul ke langsung ke rumah sakit pusat ya”, kembali kubaca pesan di gawaiku.

Kuselesaikan cucian dan beres-beres dapur dengan buru-buru, aku ingin segera ke rumah sakit, aku ingin lebih dulu sampai disana.

Tidak butuh waktu lama, menit keduapuluh lima, mobil grab ini sudah mengantarku ke depan instalasi gawat darurat, aku bergegas setelah membayar ongkos grab. Baru saja aku selesai bicara dengan petugas IGD, aku melihat kak komar keluar dari mobil lalu setengah berlari mendekatiku.

Kubuka pintu belakang mobil, senyum Nina menyambutku. Ah…air mataku malu untuk keluar ketika melihat senyum dari wajah pucat dan kusut serta kaki kiri terbungkus perban itu. Kupeluk erat wanita terkasih itu, lalu membantunya duduk di kursi roda yang segera di siapkan petugas rumah sakit.“Fid, maaf sudah merepotkanmu”, kudengar suara lirihnya sebelum petugas IGD membawanya ke ruang periksa.

Bersambung...
Sudah dilihat 20 kali

Komentar