PEMILIH PEMULA MENJADI SASARAN TERPENTING PEMILU

69110 medium post 73105 2b5b8df6 8e9c 4bbc 9ae1 8dfb8e7f8d7b 2019 08 07t11 55 48.349 07 00
Dalam sebuah negara demokrasi, pemilu merupakan salah satu pilar utama dari sebuah proses akumulasi kehendak masyarakat. Pemilu sekaligus merupakan prosedur demokrasi untuk memilih pemimpin. Diyakini pada sebagian besar masyarakat beradab di muka bumi ini, pemilu adalah mekanisme pergantian kekuasaan (suksesi) yang paling aman, bila dibandingkan dengan cara-cara lain. Sudah barang pasti jika dikatakan, pemilu merupakan pilar utama dari sebuah demokrasi.
Menurut Ali Moertopo, pemilihan umum adalah sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya dan merupakan lembaga demokrasi. Manuel Kaisiepo menyatakan tentang pemilu: Memang telah menjadi tradisi penting hampir-hampir disakralkan dalam berbagai sistem politik di dunia. Lebih lanjut dikatakannya pemilihan umum penting karena berfungsi memberi legitimasi atas kekuasaan yang ada dan bagi rezim baru, dukungan dan legitimasi inilah yang dicari.Pemilihan umum yang berfungsi mempertahankan status quo bagi rezim yang ingin terus bercokol dan bila pemilihan umum dilaksanakan dalam konteks ini, maka legitimasi dan status quo inilah yang dipertaruhkan, bukan soal demokrasi yang abstrak dan kabur ukuran-ukurannya itu.
Bagi Indonesia, yang telah menetapkan dirinya sebagai negara demokrasi, pemilu adalah keniscayaan. Dalam pemilu, aspirasi rakyat dimungkinkan berjalan secara ajeg. Pada pemilu pula, rakyat pemilih akan bisa menilai, para kontestan pemilu dapat menawarkan visi, misi, dan program kandidat, sehingga mereka akan tahu ke mana arah perjalanan negaranya.
Secara teoritis pemilihan umum dianggap merupakan tahap paling awal dari berbagai rangkaian kehidupan ketatanegaraan yang demokratis, sehingga pemilu merupakan motor penggerak mekanisme sistem politik demokrasi.
Pemilu merupakan bentuk demokrasi langsung. Bertujuan untuk memilih pemimpin rakyat, untuk duduk didalam lembaga permusyawaratan rakyat, untuk membentuk pemerintahan menjadi lebih baik dari sebelumnya, untuk melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia. Pemilu tidak boleh menyebabkan rusaknya sendi sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena pemilihan umum yang demokratis merupakan sarana untuk mencapai tujuan Negara sesuai dengan persetujuan rakyat.
Pemilih pemula di Indonesia kebanyakan masih Pelajar dari tingkat SLTA dan Mahasiswa, sehingga permasalahan yang berhubungan dengan pemula pemula muda, perlu dipandang lebih penting. Karena mereka yang dianggap paling riskan terhadap pengaruh pengaruh negatif, sehingga dalam pemilu, mereka tidak cukup dipandang sebelah mata, tapi mereka memerlukan pendekatan yang lebih nyata melalui program- program. Dalam pemilu, jika pemula muda benar benar menurut apa yang sudah menjadi peraturan Negara. Maka, mereka mau tidak mau tetap terlibat dalam proses pemilihan umum, sehingga mereka perlu pengarahan agar tidak terindikasi dengan budaya budaya yang tidak senada dengan ajaran agama. Pemilih pemula dan pemilih muda sangat berbeda. Pemilih pemula adalah orang yang baru mempunyai hak untuk memilih, sedangkan pemilih muda bisa dikatakan orang yang sudah mempunyai hak untuk memilih dan pernah memilih, sehingga antara pemilih muda dan pemilih pemula sangat berbeda.
Salah satu Undang undang yang ada di Indonesia berisi bahwa pemberian suara dalam pemilu adalah hak setiap warga Negara yang memenuhi syarat untuk memilih. Tak sedikit Pemula muda yang menjadi pemilih pemula, sehingga ,mereka yang berumur 17 21 tahun sudah memiliki hak secara langsung untuk memberikan suaranya sesuai dengan kehendak hati nurani tanpa perantara atau dorongan dari manapun, karena suara yang mereka berikan juga menjadi penentu bagi mereka sebagai pemilih pemula, untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Karena pemilih pemula disatu sisi menjadi segmen yang memang unik, yakni memiliki antusisme tinggi dan bisa berfikir lebih rasional. Perilaku pemilih pemula yang baru memasuki usia hak pilih, pastilah belum memiliki jangkauan politik yang luas untuk menentukan calon yang harus dipilih.
Remaja dalam dunia nyata merupakan generasi muda yang akan menggantikan posisi pemerintahan yang sekarang. Karena salah satu hal terpenting dalam sebuah organisasi atau pemerintahan adalah adanya generasi muda. Remaja sedikit demi sedikit terlibat dalam dunia politik yaitu melalui sebuah organisasi di sekolah, kemudian merambah ke pemilihan umum dalam Negara. Dalam hal ini pemilih atau pemungut suara yang cenderung sebagai bentuk salah satu pengamalan pancasila, pasti membutuhkan pengetahuan tentang pemilu agar bisa optimal dalam pemilu. Begitu pula para pemula muda, Sebagai pemula muda tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berperan sebagai pemilih pemula. Karena sebenarnya pemula muda selalu bersikap acuh tak acuh terhadap dunia politik. Sehingga sikap itu perlu dihilangkan sedikit demi sedikit agar mereka bisa dengan lapang dada terjun ke dunia politik.
Masa depan bagi pemula- pemula muda sebagai pemilih pemula dalam pemilu juga sangat penting karena mereka kebanyakan masih pelajar, sehingga masa depan bagi mereka salah satunya juga tergantung pada pemimpin yang berhasil dipilih oleh semua rakyat. Setiap warga Negara yang memenuhi syarat untuk memilih dalam penyelenggaraan pemilu mempunyai hak pilih aktif, sehingga suara yang diberikan mereka untuk menjadikan pemimpin yang dapat dipercaya, sangat menentukan baik dan tidaknya masa depan yang akan ditempuh rakyat terutama pemula- pemula muda. Oleh sebab itu pemilu bagi mereka sangatlah penting.
Kehidupan sosial di Indonesia semakin terombang- ambing, hal itu salah satunya disebabkan masuknya budaya barat ke Indonesia. Semua itu semakin nyata. Oleh sebab itu, pemilu dikalangan pemula muda sangat penting. Untuk memperbaiki bagaimana kita bisa merubah budaya yang tidak patut kita contoh, dan menjadikan pemula muda menjadi generasi yang baik agar sesuai dengan pengajaran yang berlaku. Perlu adanya pengarahan yang diwujudkan dengan kenyataan. Tidak semua warga Negara memiliki kepribadian yang baik, terutama pemula muda yang dianggap memenuhi syarat dalam pemiihan umum. Ada yang menyalahi aturan, bersikap vandalisme yang bertindak merusak lingkungan atau merusak nurma yang berlaku. Hal itu juga disebabkan kondisi sosial yang tidak kondusif atau akibat kurangnya perhatian dari orang- orang sekitarnya, termasuk kurang adanya perhatian dari pemimpin masyarakat. Hal itu membuktikan bahwa untuk memiliki pemimpin yang bertanggung jawab, juga membutuhkan proses pemilu. Sehingga remaja yang cenderung berbuat negatif bisa berubah dengan hadirnya pemimpin yang baik dan bertanggung jawab terhadap rakyat khususnya pemula muda. Sehingga adanya pemilu sangat mempengaruhi terbentuknya generasi yang baik dan bebas dari hal negatif.
Ikut serta dalam pemilihan merupakan pengamalan pancasila, khususnya sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pemilihan yang bersifat umum mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku menyeluruh bagi semua warga Negara yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa diskriminasi. Sebagai warga Negara yang baik, kita hendaknya dapat mengembangkan kesadaran berperan serta dalam pemilu. Peran serta tersebut dapat dilakukan dengan mengikuti kampanye atau ikut serta dalam pemilihan langsung.
Dalam dunia pendidikan, mulai dari pemimpin sampai kepala desa yang dipilih langsung oleh rakyat, wajib mempunyai program memajukan dunia pendidikan. Namun bukan hanya dalam bentuk program saja, tapi harus dibuktikan dengan nyata. Karena semua pelajar yang ada dalam kesatuan Negara, membutuhkan pendekatan dalam dunia pendidikan. Khususnya pelajar yang ikut berperan sebagai pemilih pemula, karena kebanyakan mereka masih SLTA dan mahasiswa, sehingga mereka sangat membutuhkan pendekatan tersebut karena berkaitan dengan masa depan. Kebanyakan yang bisa berfikir panjang dalam memilih pemimpin adalah pemula muda. Sehingga mereka sangat menentukan jadi atau tidaknya pemimpin yang bisa dijadikan panutan. Semua itu membutuhkan pengarahan, pengajaran dan pendekatan, terutama pendidikan yang mendukung.
Pemilihan umum harus benar benar dilaksanakan menurut ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. Terlibatnya pemula muda dalam pemilu merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Karena terpilih atau tidaknya pemimpin yang dapat dipercaya, tergantung pada rakyat dan semua pemula muda yang memenuhi syarat. Oleh sebab itu, keterlibatan mereka dalam pemilu juga sangat penting. Juga sebaliknya, pemilu juga sangat penting bagi mereka. Sebagai rakyat dan pemula muda terutama mereka- mereka yang masih belajar, keduanya saling ketergantungan. Hal itu membuktikan bahwa seorang pemimpin yang telah telah terpilih harus bisa menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terutama dalam dunia pendidikan.
Semangat pemula muda untuk memiliki pemimpin yang adil, bijaksana dan bertanggung jawab, yang diwujudkan dengan pemilihan, mewarnai setiap kehidupan masyarakat,untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Asas kerakyatan yang dimiliki sistim demokrasi di Indonesia, merupakan asas kesadaran untuk memiliki jiwa kerakyatan atau untuk menghayati kesadaran bahwa semua warga Negara mempunyai cita- cita yang sama, yaitu mengharapkan seorang pemimpin yang kharismatis, karena kekharismatisan seorang pemimpin sangatlah penting bagi kemajuan pemerintahan, terutama bagi pemula muda yang terlibat dalam pemilu. Asas LUBERJURDIL (Langsung, umum, bebas rahasia Jujur dan Adil) harus diterapkan dan harus tetap dijunjung tinggi, karena merupakan asas pemilihan umum yang wajib kita terapkan dalam proses pemilihan umum.
Selain dalam pendidikan, pemilu sangat penting bagi pemula muda untuk mengajarkan kesanggupan diri untuk terjun kedunia politik. Kesanggupan maksudnya, kemampuan diri untuk malakukan sesuatu yang didukung oleh kesediaan dan kemauan, sehingga pengajaran tersebut bersifat suka rela karena tanpa adanya unsur paksaan. Memang situasi dan kondisi masyarakat satu dengan yang lainnya berbeda. Ada yang kondisi sosialnya maju dan ada juga yang masih ketinggalan. Begitu juga denga pemula muda, ada juga yang rela terjun ke Dunua politik dan ada juga yang tidak rela terjun kedunia politik. Namun dibalik itu semua, siapapun yang sudah berumur 17 tahun ke-atas, harus mewujudkan keikut sertaannya sebagai warga Negara dalam bentuk pemungutan suara. Keikut sertaantersebut merupakan suatu pengamalan Pancasila, khususnya sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan politik bagi pemilih pemula sebenarnya dimaksudkan untuk mewujudkan, setidak- tidaknya menyiapkan kader- kader yang dapat diandalkan untuk memenuhi harapan masyarakat luas. Dalam arti yang benar- benar memahami semangat yang terkandung dalam perjuangan sebagai kader bangsa.
Sebagai warga Negara kita harus sanggup mengabdikan diri untuk ikut serta dalam membangun Negara. Sebagai pemula muda, peran serta dalam pembangunan dapat diwujudkan dengan upaya yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak. Meskipun pemula muda kebanyakan masih pelajar, yang belum bisa secara langsung terjun kedunia politik, tapi setidaknya sumbangan efektif dapat kita berikan dengan mengembangkan sikap- sikap yang mendukung pembangunan sesuai dengan kemampuan kita. Karena pemula muda yang masih belajar, pekerjaannya sebagai pelajar juga merupakan salah satu bentuk keikut sertaannya dalam pembangunan Negara. Selain itu juga bisa dalam bentuk pemilihan umum, karena hal hal tersebut termasuk suatu dukungan dalam pembangunan Negara yang dapat kita berikan.
Dalam pemilu, warga Negara bisa memilih pemimpin yang sekiranya bisa membangun Negara dengan lebih baik. Oleh sebab itu, pemilu juga sangat penting dalam hal pengabdian bela Negara. Karena dalam pemilu, rakyat dan pemula muda bisa menyalurkan suara secara langsung mengenai pemimpin yang memiliki karakter sesuai dengan keinginan bersama. Meskipun tiap individu yang ada dalam Negara kesatuan republik Indonesia, memiliki tujuan dan cita- cita yang sejalan. Cita- cita tersebut tentunya ingin tercapai dengan tujuan awal ingin mempunyai pemimpin yang kharismatis dan bertanggung jawab. Namun sebelum menentukan siapa calon yang akan dipilih, perlu meneliti siapa diantara semua calon yang paling mendekati tipe pemimpin sempurna. Sehingga pemula muda perlu mengetahui bahwa calon pemimpin yang dipilih adalah calon pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab agar tidak menyesal dihari kemudian.
Beberapa faktor yang turut mempengaruhi pilihan pemilih pemula adalah afilasi politik orang tua yang berpengaruh sangat kuat, begitu juga figur tokoh dan identifikasi politik yang ada di Lingkungan sekitar. Hal hal tersebut menjadi faktor yang mempengaruhi fikiran pemula muda dalam menentukan pilihannya. Sehingga dalam menentukan pilihan perlu kemandirian yang kuat, agar tidak terbawa arus. Agar pilihan yang menjadi sasaran utama rakyat untuk memiliki pemimpin yang sesuai dengan keinginan bersama yaitu ingin memiliki pemimpin yang tau akan tugasnya, bukan pemimpin yang tau akan jabatannya. Dari pengalaman tersebut, pemula muda tentunya secara tidak langsung mendapatkan pendalaman tentang kepemimpinan, sehingga pemilu juga sangat bermanfaat bagi pemula muda terutama pemilih pemula.
Manfaat pemilu bagi pemilih pemula yang mayoritas pelajar, remaja dan mahasiswa, juga untuk mendidik dan mencerdaskan. Oleh karena itu, suara yang mereka berikan merupakan wujud kerjasama untuk mensukseskan pemilu. Karena dikalangan pemilih pemula, pendidikan politik sangat rendah. Sehingga pemilih pemula bisa menduduki posisi terpenting dalam pemilu. Kerendahan pendidikan politik tersebut tidak setara dengan jumlah pemilih pemula yang sangat banyak. Oleh sebab itu partisipasi mereka terkadang dimanfaatkan sebagai sasaran buruan para calon.
Hubungan pemilu dengan pemilih sangatlah erat. Karena dalam pemilu membutuhkan pemilih dan pemilih membutuhkan pemilu untuk memilih seorang pemimpin, karena Negara Indonesia menganut kedaulatan rakyat. Dalam pemilu setiap pemilih memiliki hak untuk memilih siapa yang kira kira bisa dijadikan panutan yang bertanggung jawab. Karena dikalangan masyarakat khususnya dikalangan pemilih pemula. Perlakuan sesuai dengan fungsi dan kedudukan dalam masyarakat merupakan sebuah keadilan dalam kehidupan sosial budaya. Oleh sebab itu, pemilu sangatlah penting bagi kalangan pemilih pemula. #AtmaGoBanten
Sudah dilihat 22 kali

Komentar