Pembuang Limbah Medis di Sungai Ciliwung Bisa Dipidana

65812 medium img 20190705 112134
Oleh :Ananda Muhammad Firdaus

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM -- Pada Kamis (4/7/2019) Pemerintah Kota Bogor menemukan sejumlah limbah medis yang terapung di Sungai Ciliwung. Usut punya usut, pemandangan itu sudah biasa dilihat warga.

Sehari setelah penemuan, pemerintah bersama Satgas Naturalisasi Ciliwung melakukan penelusuran di lapangan guna mencari tahu sumber limbah tersebut berasal.

"Tim Naturalisasi Ciliwung bersama Lurah Sukasari dan Dinas Kesehatan telah bergerak menelusuri sumber limbah di Ciliwung," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Jumat (5/7/2019).

Menurut Bima, tim gabungan ini sudah intens melakukan penelusuran selama dua pekan terakhir. Mengingat temuan limbah medis tersebut bukanlah kejadian yang pertama. Dari hasil penelusuran di lapangan, lanjut Bima, ada indikasi limbah medis tersebut dibuang oleh warga sekitar.

Tim telah mendatangi rumah pelaku yang diduga membuang limbah medis di wilayah Sukasari, RT/RW 2/5 Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. "Pelaku membuang keteter urine karena memiliki penyakit gagal ginjal," kata Bima.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyatakan, ada sanksi serius bagi pelaku pembuang limbah medis di Sungai Ciliwung. "Pelaku bisa dijerat hukuman pidana minimal tiga tahun penjara dan denda Rp3 miliar," kata Dedie.

Sebelum penemuannya pada kamis kemarin, Tim Satgas juga sudah beberapa kali menemukan limbah itu, bahkan sebelum Program Naturalisasi Ciliwung dimulai Februari 2019. Disamping itu, relawan dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) juga sudah menemukannya pada tahun 2018.

Menurut Dedie, pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat ada indikasi fasilitas kesehatan yang melakukan tindakan pelanggaran pembuangan limbah medis tersebut.
"Jika ini terbukti, kami sudah minta aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan," kata Dedie.
Sudah dilihat 37 kali

Komentar