Pembangunan Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Fakir Miskin Al Wahid

36808 medium post 44900 d8efb474 9bc6 4125 a44e ea475ad633d5 2018 10 23t12 03 41.006 07 00 36809 medium post 44900 14ce0c9d 2b49 43ba 810c 1caf7aea593a 2018 10 23t12 03 43.896 07 00
Di era globalisasi yang serba terbuka pendidikan keagamaan merupakan pendidikan wajib bagi masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang tua. Hal tersebut bertujuan untuk membendung budaya-budaya negatif yang masuk di lingkungan masyarakat, baik melalui media sosial maupun media lainnya.
Atas keprihatinan hal tersebut bapak H. Tukijan yang beralamat di Yogyakarta mewakafkan sebidang tanah untuk didirikan sebagai pondok pesantren yatim piatu dan fakir miskin.
Pondok pesantren tersebut tepatnya berlokasi di Jumblangan, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo.
Pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin ( mendalami ilmu agama) dituntut untuk berbenah diri dalam rangka melahirkan cendikiawan muslim dalam memfungsikan pesantren secara maksimal baik dari sisi ritual ibadah intelektualitas dan sisi sosial ekonomi (muamalah), karena lembaga ini sangat berpotensial untuk dijadikan Soko guru pemberdayaan sumber daya manusia yang paripurna.
Bukanlah suatu hal yang berlebihan apabila gagasan tersebut dituangkan dalam bentuk pembangunan Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Fakir Miskin Al Wahid sebagai upaya untuk melahirkan santri putra dan putri yang berakhakul karimah.
Pembangunan pesantren ini baru memasuki tahap awal pemasangan pondasi dan tiang mengingat keterbatasan dana atau sekitar 2% dari target pembangunan secara keseluruhan.
Sudah dilihat 26 kali

Komentar