PELATIHAN SEKOLAH AMAN BENCANA, MENUJU UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA

22 January 2019, 20:59 WIB
3 3 265
Gambar untuk PELATIHAN SEKOLAH AMAN BENCANA, MENUJU UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA
Indonesia, khususnya pulau Lombok adalah wilayah yang sangat rentan dengan resiko disinggahi bencana alam, non alam maupun sosial, dan yang paling ditakuti yaitu gempa bumi, yang beberapa waktu lalu masih menyisakan trauma akut bagi masyarakat Lombok.

Dan dalam setiap bencana, khususnya gempa bumi, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan menjadi korban, dimana gempa-gempa yang terjadi, sampai detik ini, belum dapat ditemukan alat yang mampu medeteksi secara valid dan akurat, kapan akan terjadinya gempa, dimana lokasinya dan seberapa besar dampaknya, apalagi  jika terjadi di lingkungan sekolah, ketika anak-anak berada dalam ruang belajar.

Maka untuk mengurangi resiko-resiko seperti korban jiwa, harta benda dan trauma yang berkepanjangan, khususnya bagi anak-anak, dibutuhkan kajian-kajian ilmiah yang dapat dijadikan rujukan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan dampak yang luar biasa dari bencana yang terjadi, sebagai mitigasi-nya, sesuai Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Selain itu, sebagai metode antisipasinya, dibutuhkan pula informasi sejarah kejadian bencana di masa lalu, kalender ancaman,  matriks ancaman, jalan transeks,  pemetaan ancaman sebagai dasar mengidentifikasi kerentanan bencana yang mungkin akan terjadi di masa depan.

Untuk itu diharapkan, setiap sekolah memiliki standar prosedur aman bencana, dimana setiap standar sarana dan prasarana serta budaya yang ada, mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.
Dari keterangan narasumber pada pelatihan satuan pendidikan aman bencana yang diprakarsai oleh Yayasan PLAN Internasional Indonesia yang diselenggarakan di Astoria Hotel pada tanggal 22-24 Januari 2019, menyatakan bahwa "Gerakan sekolah aman dari bencana kini terus dikembangkan di seluruh Indonesia. Terwujudnya sekolah aman ini merupakan bagian dari pengurangan resiko bencana (PRB), terutama untuk sekolah di daerah-daerah rawan bencana,"
Narasumber juga mengharapkan agar kampanye sekolah aman ini dikembangkan melalui pembentukan detektif-detektif bencana yang dibentuk dari para peserta didik di sekolah-sekolah yang rawan dan rentan terhadap bencana. Hal tersebut penting dilakukan dalam rangka mendorong pengembangan sistem pendidikan yang mampu membangun kesadaran kepada anak-anak untuk tanggap terhadap bencana.

Apa seh pentingnya sekolah aman untuk menghadapi bencana?

Kita tahu bahwa, anak-anak  merupakan komunitas yang sangat rentan terhadap bencana. Dan sebagian besar dari kehidupan anak-anak tersebut berlangsung di sekolah.

Misalnya, saat berada dalam kelas, terjadi gempa bumi. Tanpa pengetahuan akan mitigasi bencana, apalagi belum pernah simulasi, anak-anak serta para guru pasti akan sangat panik, tidak tahu apa yang akan dilakukan. Bagaimana menyelamatkan diri, menyelamatkan anak dan lainnya. Kepanikan yang seperti ini biasanya malah bisa menambah korban, membuat proses mitigasi menjadi lambat.

Dengan mengikuti pedoman sekolah aman bencana, seharusnya sekolah melakukan  simulasi mitigasi bencana secara rutin. Para murid dan guru diajarkan bagaimana bertindak ketika terjadi bencana gempa. Bagaimana proses evakuasi dilakukan. Pengetahuan mitigasi itu harus diasah terus menerus, sebagai salah satu upaya mengurangi terjadinya resiko.

Semoga, Bapak/Ibu guru yang mendapatkan pelatihan, dapat menjadi pioneer pengembangan sekolah aman dan tanggap terhadap bencana.

#CerdasTanggapBencana
#BangunMitigasiBencanaDiSekolah

  3 Komentar untuk PELATIHAN SEKOLAH AMAN BENCANA, MENUJU UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar