Pelatihan PPRG Kabupaten Gunungkidul

18 August 2019, 08:21 WIB
1 0 147
Gambar untuk Pelatihan PPRG Kabupaten Gunungkidul
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gunungkidul mengikuti Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsive Gender (PPRG) dalam Perubahan Iklim di Kabupaten Gunungkidul.

Pelatihan ini dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, DP3AKBPMD Kab. Gunungkidul dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia. Pelatihan diikuti oleh Sub bagian/ perencanaan OPD di Kab. Gunungkidul serta berlangsung hingga Rabu (14/8).

Kepala DP3AKBPM&D Kab. Gunungkidul, Sujoko, S.Sos, M.Si pada saat memberikan materi serta membukaan pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dalam perubahan Iklim di Kabupaten Gunungkidul pada hari Senin (12/8).

Dikatakan lebih lanjut oleh Sujoko, S. Si, M. Si bahwa harapanya dari kegiatan pelatihan ini adalah bisa menghasilkan analisis gender yaitu Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) untuk program/kegiatan terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Hadir sebagai narasumber pada kesempatan ini adalah Adam Bekti Nugroho, Kabid Kesetaraan Gender dalam IPTEK, Deputi PUG bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK Republik Indonesia), Ir. Tommy Herwanto, MP (Kepala Bappeda Kab. Malang) dan Sri Suhartantao, S. IP, M. Si (Kepala Bappeda Kab. Gunungkidul) dan Rina Juwianty, Direktur Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia.

Kabupaten Gunungkidul sendiri telah berupaya mendorong Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) terlihat dari dibentuknya kelembagaan PUG seperti Pokja PUG dan Focal Point Gender.

Perempuan terutama di masyarakat miskin paling rentan terhadap berbagai bencana yang disebabkan oleh naiknya permukaan dan suhu laut, serta kekeringan antara lain karena minimnya akses informasi, pengetahuan dan mobilitas. Kelangkaan Air di daerah pedesaan pada saat ini membuat kaum perempuan harus berjalan jauh atau mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapat air bagi keluarganya dengan resiko kesehatan dan kehilangan waktu. Ditambah lagi sampah dan limbah rumahtangga baik berupa padat maupun cair yang tidak terkelola baik akan memberi masalah kesehatan bagi perempuan dan anak-anak di rumah sehingga Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam upaya-upaya untuk mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim perlu dilakukan secara sistematis dengan memahami perbedaan dampaknya pada perempuan maupun potensi perempuan mengatasinya.

  Komentar untuk Pelatihan PPRG Kabupaten Gunungkidul

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  18 jam lalu
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020