Pattiro Serang Lakukan Assesment

20 August 2019, 14:34 WIB
1 0 156
Gambar untuk Pattiro Serang Lakukan Assesment
Pattiro Serang melakukan assesment dampak tsunami di wilayah Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Itu dilakukan untuk mendalami dampak bencana alam 2018.

Direktur Pattiro Serang Bahrul Alam mengatakan, assesment dilakukan didua desa yakni Desa Pasauran dan Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. “Dua desa itu berdekatan langsung dengan pantai,” ujar Bahrul, Selasa (20/08/2019).

Dikatakan Bahrul, assesment tidak hanya melakukan dialog langsung dengan warga dan aparat desa. Namun juga kesekolah yang berdekatan langsung dengan pantai. Seperti SDN Pasauruan 2 dan 1.
Bahrul menyimpulkan dari hasil assesment tersebut, bencana alam yang terjadi pada 2018 lalu ternyata masih menyisakan masalah dimasyarakat yang dekat dengan daerah pantai. Seperti di wilayah Cinangka, Kabupaten Serang. Warga di daerah tersebut masih trauma.

Sebagaimana informasi yang didapat dari pegawai Desa Umbul Tanjung Juned. Ketika merasakan gempa bumi berkekuatan kecil langsung berlarian untuk mengungsikan diri. “Karna memang masih merasa hawatir, takut, mendengar gemuruh aja takut,” katanya.

Artinya menurut Bahrul, warga di sekitar pantai masih membutuhkan bantuan berupa pemulihan mental dengan melakukan pendampingan langsung ke warga. Tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai kebencanaan, tetapi juga edukasi dalam menyelamatkan diri saat bencana alam datang.

“Seperti membuat jalur evakuasi, kemana warga harus menyelematkan diri saat bencana datang. Nah ini yang perlu diberikan pada warga supaya tidak ada korban jiwa akibat bencana alam,” katanya.

Tidak hanya pada waga, tetapi juga siswa-siswa SD yang dekat dengan pantai. “Harus diberikan bekal, pemahaman, pendidikan mengenai kebencanaan. Paling tidak disekolah menyediakan jalur khusus untuk menyelamatkan siswanya ke tempat yang aman,” katanya.

Sementara dari sisi ekonomi lanjut Bahrul, meski terbilang aktivitas warga sudah kembali seperti biasa. Namun, dampak tsunami 2018 masih dirasa menganggu pendapatan warga. Sebab, disaat ada gempa berskala kecil, daerah pantai beberapa hari kemudian sepi.

Sehingga, warga setempat mata pencahariannya mengandalkan dari hasil jualan, pendapatannya menurun. “Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, meski berskala kecil, itu berdampak. Pantai sepi penungjung selama beberapa hari. Otomtasi pendapatan warga berkurang,” katanya.

Diakhir pembicarannya, Bahrul menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut membutuhkan konsep yang tepat sasaran. Salah satunya untuk memulihkan mental warga setmpat. “Trauma atas terjadinya tsunami harus hilang, agar warga bisa hidup nyaman,” katanya

  Komentar untuk Pattiro Serang Lakukan Assesment

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. New Normal Starter Pack

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cibeurum, Sukabumi Kota  |  30 May 2020
  2. Warga RW 22, Mergangsan Kidul Sulap Selokan Jadi Lahan Budidaya Ikan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Jun 2020
  3. Viral Video Anak Merokok, Yayasan Lentera Anak : Pelanggaran Peraturan Dan Hak Anak

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Jagakarsa, Jakarta Selatan  |  28 May 2020
  4. Penyakit Cengkal

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kalipuro, Banyuwangi  |  30 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    Aceh Sukses Putus Rantai Penyebaran COVID

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  28 May 2020
  2. 3
    Komentar

    TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU

    Dhani Rama  di  Palu Kota  |  1 Jun 2020
  3. 3
    Komentar

    KAMPUNG UJUNG BERBENAH SAMBUT NEW NORMAL

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  31 May 2020
  4. 2
    Komentar