Parkir Legal yang Liar

11052 medium img 20170308 wa0000


Area parkiran di blok F pasar Tanah Abang Jakarta Pusat mengombinasikan antara legal dan liar. Mengapa demikian? Saat anda memasuki area parkir anda akan di beri karcis parkir dengan tarif Rp. 2.000,- yang harus anda bayar saat itu juga. Dengan selembar karcir berstempel karcis resmi.

Setelah anda mau keluar, maka ada orang (bukan bagian resmi dari dari tukang parkir, tidak pakai seragam resmi) yang akan 'membantu' mengeluatkan motor anda diantara banyaknya motor yang parkir tanpa ada sela motor keluar. Orang tersebut akan meminta jasa 'bantuannya'.

Keberadaan orang tersebut tidak jauh dari loket masuk parkir. Artinya, petugas resmi mengetahui keberadaannya dan seolah membiarkan.

Tidak hanya sampai di situ. Saat anda keluar, anda akan ditarik oleh petugas resmi berseragam dishub. Saat ditanya kenapa bayar lagi, padahal sudah bayar saat masuk, "Kok bayar lagi pak? Kan sudah bayar tadi pas masuk." Salah satu petugas berseragam resmi tersebut menjawab,"Ya pak, kan sudah jam 10." Biaya parkir motor yang tidak sampai sejam harus bayar tiga kali Rp. 2.000,-

Namun demikian, petugas tadi menjawab sambil melihat jam. Tampak pula dua petuas lain dengan seragam yang sama, tanpa ekspresi melihat kejadian tersebut. Sudah benarkah model parkir resmi seperti itu? Semoga segera ada penataan yang baik dan tidak merugikan konsumen.
Sudah dilihat 126 kali

Komentar