PARIWISATA MENGKIKIS BUDAYA PACIRAN

6 June 2016, 11:25 WIB
24 4 317
Gambar untuk PARIWISATA MENGKIKIS BUDAYA PACIRAN
Ini adalah laporan dari warga di wilayah kejadian. Harap berhati-hati dan selalu waspada. Jika butuh bantuan, hubungi  112
Di masa lalu, sebelum Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR) dan Wisata Bahari Lamongan (WBL) berdiri, masyarakat pesisir Kabupaten lamongan, terutama warga Kecamatan Paciran, punya banyak tradisi menyambut datangnya Ramadan maupun pada hari-hari besar agama Islam lainnya.

Mulai dari perayaan lebaran ketupat, yang lebih dikenal dengan sebutan Riyoyo Kupat, hingga pagelaran festival kebudayaan lokal. Namun saat ini, berbagai kekayaan budaya, termasuk tradisi sambang kawasan Tanjung Kodok ramai-ramai secara gratis perlahan mulai menghilang, terkikis pesatnya pembangunan dan perkembangan sektor pariwisata.

ketenaran Tanjung Kodok kini terpenjara oleh megahnya bangunan TKBR dan WBL. “Dulu Tanjung Kodok lebih dikenal dari pada nama Lamongan itu sendiri. Bahkan kini masih beruntung nama Lamongan masih terus dikenal karena ada tim Persela saat ini dan justru mengorbankan Tanjung Kodoknya hingga terkikis bak ditelan bumi,”
Kondisi ini membuat warga setempat prihatin. Apalagi mereka tak bisa leluasa masuk ke Tanjung Kodok. “Jangankan untuk menggelar festival seni kebudayaan dan tradisi masyarakat sekitar, bahkan hanya sekedar menikmati suasana Tanjung Kodok pun kini tak mudah dan harus bayar tiket masuk. Artinya, yang bisa masuk ke Tanjung Kodok kini hanya didominasi kelas atas. Sedangkan kelas menengah ke bawah tak lagi bisa menengoknya. Padahal Tanjung Kodok dulu menjadi jujukan segala lapisan masyarakat,"

  4 Komentar untuk PARIWISATA MENGKIKIS BUDAYA PACIRAN

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Bio ahmed

hahaha,,, iyah bang itmam... Saik paciran wis gak koyo mbiyen. Agamise wis saitik2 ilang

Warga AtmaGo

11-13 lah dengan tema ini bos :) http://www.paciran.com/2016/02/negeri-seribu-surau.html