Panen Raya Jagung Di Bukit Teletabis Paliyan

51472 medium post 57836 012b88db cf1e 4c65 83d1 ac9a527a1081 2019 02 25t23 18 57.049 07 00 51474 medium post 57836 4b01d39f ce3c 4605 a972 af4fd741a3d2 2019 02 25t23 18 58.670 07 00 51473 medium post 57836 efabf347 1d64 4e48 a135 855fd6f941a4 2019 02 25t23 18 58.043 07 00 51476 medium post 57836 ecbfab96 76f6 4253 b048 ec7194c60de2 2019 02 25t23 22 36.804 07 00
Paliyan, AtmaGo-
Senin, (25 /02)dilaksanakan penen jagung hibrida Bukit Teletabis kecamatan Paliyan. Seperti yang di laporkan oleh Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Pedukuhan Pule Bener, Desa Giring, Kecamatan Paliyan kepada Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIY Ir. Sasangka, M. Si, Kepala BPTP DIY Dr Ir Joko Pramono MP dan sejumlah pejabat lainnya, bahwa dalam satu hektar tanaman jagung menghasilkan 11,032 ton atau senilai Rp 33.096.000,- Jika dikurangi biaya produksi, sarana produksi dan tenaga kerja Rp 8.390.000,- Hasil bersihnya sebesar Rp 24.706.000,-.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIY Ir Sasangka Msi mengingatkan kepada petani untuk melakukan antisipasi terhadap kemungkinan turunnya harga jagung pada panen raya. Sekarang pihak Hibrida masih membeli Rp 3.800,- tiap kilo gram. Pada saat semua petani panen jagung harga bisa turun tajam. Untuk mengatasi hal tersebut, petani pada panen raya menunda penjualan, mengolah menjadi beras jagung, membuata makanan olahan. “Lebih dari itu, sebagai pejual harus menentukan harga. Tidak boleh harga jagung ditentukan oleh pembeli,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto mengatakan produksi jagung setahun sekitar 234.000 ton, baru 11.000 ton yang diolah. Untuk makanan olahan sekitar 3 persen atau 6.000 ton dan untuk pakan ayam 5.000 ton. Selebihnya sekitar 223 ribu ton dijual ke Jawa Timur dan beberapa kota di Jawa Tengah seperti Sragen, Grobokan dan Semarang. “Idelanya produksi jagung diolah dulu sebelum dijual ke luar daerah,” tambahnya.

Produksi jagung dari tahun ke tahun terus meningkat dikarenakan banyak faktor yang mendukung. Seperti pengembangan benih hibrida yang produksinya 1 hektar 8 ton lebih, kemudian intensifikasi lahan. Sehingga butuh strategi menjual jagung dalam bentuk olahan, tentu diperlukan koordinasi dangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, selain juga memerlukan investor untuk membangun industri olahan dengan bahan baku jagung. Sekarang ini makanan olahan jagung masih terbatas dalam industri rumah tangga. Ada pembuatan emping jagung, ceriping, marning dan lainnya. Sehingga sangat perlu pemerintah membangun pabrik dengab spesifikasi olahan dari bahan jagung. (*)
Sudah dilihat 422 kali

Komentar