Pakar: anjurkan veneer gigi sesuai prosedur

59780 medium post 65603 6a481899 aa2a 401f bede 79340a8d9bb7 2019 04 27t19 03 07.255 08 00
Perbaikan gigi dengan prosedur veneer yang telah populer untuk mendukung penampilan tidak dianjurkan bagi semua orang karena harus memenuhi persyaratan dari dokter gigi.

"Gigi berantakan (lalu) di-veneer mungkin? Tidak. (Lebih baik) lakukan perawatan ortodontik. Kalau tidak ada indikasi veneer, (gigi) jangan di-veneer," ujar dokter spesialis prostodontik dari Surabaya Sandy Aditya, di Jakarta, Sabtu.

Veneer gigi merupakan prosedur medis untuk memperbaiki penampilan gigi dengan menempelkan veneer (lapisan tipis porselen) di bagian depan gigi.

Perawatan veneer, lanjut Sandy, dapat dilakukan untuk kondisi gigi patah atau rusak. Selain itu, bentuk gigi runcing atau tidak wajar.

Sandy mengatakan veneer termasuk salah satu jenis perawatan gigi yang berhubungan dengan estetika dan harus tetap memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan saat menjalani prosedur itu.

Sementara, dokter spesialis konservasi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pandjadjaran Irmaleny mengatakan dokter gigi akan memastikan kondisi jaringan gigi dan gusi pasiennya sebelum menjalani prosedur veneer.

Irma tidak menyarankan pasien untuk mengunjungi tukang atau ahli gigi yang tidak memiliki latar belakang ilmu kedokteran gigi. Tukang gigi, lanjut Irma, seringkali tidak paham struktur jaringan gigi.

"Akibatnya kalau enggak pas, (akan terjadi) kelainan sendi. Buka mulut saja susah. Makanan bisa menumpuk dan menyebabkan bau mulut. Lama-lama terjadi periodontitis (infeksi gusi serius yang merusak gusi dan dapat menghancurkan tulang rahang)," tutur Irma.

sumber: AntaraSulteng
Sudah dilihat 30 kali

Komentar