Paguyuban Kalijawi Berperan di Dunia Pendidikan Kampus

53202 medium post 59435 47ea0e03 0db1 4e42 9789 de460848932d 2019 03 12t01 13 51.322 07 00 53203 medium post 59435 8bea9f7d 85e2 468a b761 d998c0c6d9b1 2019 03 12t01 13 52.507 07 00
Selasa 27 November 2018 , Paguyuban Kalijawi berbagi pengalaman kepada mahasiswa semester 5 Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada tentang peningkatan kapasitas warga bantaran sungai dan pengorganisasian perempuan sebagai wujud peran aktif perempuan dalam pembangunan.
Ibu Sujiyanti dari kelompok Anggrek Sorowajan menceritakan bagaimana Paguyuban Kalijawi terbentuk 6 tahun yang lalu. Paguyuban kalijawi adalah paguyuban masyarakat terutama perempuan yang tinggal di bantaran sungai Gajahwong dan Winongo Yogyakarta. Awalnya pada tahun 2012 masyarakat didampingi oleh Arkomjogja melakukan pemetaan di wilayah masing masing. Dari hasil pemetaan tersebut diketahui potensi dan masalah dari masing masing kampung. Adanya kesamaan masalah maka kelompok kelompok memutuskan untuk menjadikan masalah bersama dan mencari solusi bersama dan dibentuklah Paguyuban Kalijawi.
Ibu Ainun Murwani dari kelompok Notogriyo yang tinggal di Notoyudan Yogyakarta menambahkan bahwa kegiatan utama dari Paguyuban Kalijawi adalah penataan kampung dan menabung. Walaupun pada perkembangannya kegiatan paguyuban ini juga mencakup aspek ekonomi, sosial dan kesehatan dan paguyuban ini menjadi wadah kaum perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan.
Selanjutnya Ibu Yanti dari kelompok Ciptomulyo, Sidomulyo, Yogyakarta menceritakan contoh nyata warga berswadaya dan berperan aktif melakukan penataan kampung. Sebagai contoh adalah di kampung Sidomulyo. Ibu Yanti memaparkan bagaimana proses pemetaan, perencanaan dan advokasi yang dilakukan warga ke lembaga terkait seperti BBWSSO, BPK dan Dinas Petaru. Beliau juga menjelaskan bagaimana warga berswadaya mewujudkan rumah M3K (Munggah Mundur madhep kali) dan rela "mengepras" rumah mereka sehingga jalan inspeksi 3m dari sungai terwujud.
Dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh ibu Atik dari kelompok Dahlia Sorowajan , mahasiswa terlihat antusias dan senang bisa belajar dari kalijawi. Dalam sesi ini sebagai jawaban terhadap salah satu pertanyaan mahasiswa, Bu Susilah dari kelompok melati Pakuncen menjelaskan bagaimana sistem tabungan anggota kalijawi yang biasa dikenal dengan DPK (Dana Pembangunan Komunitas) bisa terus berjalan dan terus berkembang dan bagaimana warga bisa mengelola uang dengan sangat baik. Kekompakan, Kepercayaan dan kekeluargaan dari anggota dan kelompok adalah kekuatannya.
Diakhir pertemuan Paguyuban Kalijawi mengajak mahasiswa untuk lebih aktif terjun langaung dan melakukan pendampingan masyarakat.
sumber : FB Paguyuban Kaijawi by Atik Rochayati #paguyubankalijawi
Sudah dilihat 76 kali

Komentar