NYONGKOLAN DARI TRADISI KE MODERNISASI

50129 medium post 56555 45af6971 f1d7 4218 b8cf a62c6db0bb80 2019 02 14t21 40 44.437 08 00 50130 medium post 56555 ade14cb6 8464 4319 b84f 4388327d4163 2019 02 14t21 40 49.734 08 00
Nyongkolan adalah tradisi yang diadakan dalam rangkaian prosesi perkawinan adat suku sasak antara mempelai laki-laki menuju kerumah mempelai perempuan.

Biasanya pada saat acara nyongkolan zaman dahulu diiringi oleh Gendang Beleq yang merupakan budaya khas suku Sasak. Seiring dengan perkembangan zaman muncullah iringan baru di zaman kontemporer ini yang biasanya kita kenal dengan sebutan Kecimol.

Dengan munculnya Kecimol membawa dampak yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, khususnya para pemuda-pemuda Sasak. Adapun salah satu dampak negatifnya adalah anak-anak maupun remaja akan cenderung berpikir negatif dikarenakan melihat goyangan dari dancer yang bajunya serba ketat dan lekukan pada tubuhnya terlihat dengan jelas.

Kemudian dari segi pengadep (orang yang mendampingi/mengiringi penganten) pada zaman ini kebanyakan pakaian yang dikenakan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti memakai baju bebas pada saat acara nyongkolan khususnya bagi kaum laki-laki. Kebiasaan seperti inilah yang patut dibuang untuk menjaga kelestarian budaya dan tradisi khususnya suku Sasak di Lombok.
Sudah dilihat 126 kali

Komentar