Novel Arsitek Kehidupan (Words From Leo Ikals)

18 September 2019, 17:38 WIB
1 0 157
Gambar untuk Novel Arsitek Kehidupan (Words From Leo Ikals)
Berawal dari catatan kecil, SEBUAH catatan peristiwa menarik dalam hidup saya.
Tak sengaja catatan itu terbaca oleh seorang teman, kemudian ia menyarankan saya untuk menjadikannya sebuah karya tulis. Awalnya saya ragu untuk meng“iya”kan ide darinya. Setelah dipikir-pikir, hidup hanya sekali, harus punya kesan yang berarti. Dan menulis adalah salah satu cara untuk meninggalkan kesan berarti tersebut. Hal ini di kuatkan pula dengan sebuah kata bijak yang menginspirasi saya hingga kini yakni: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Sebuah kata bijak popular dari salah seorang penulis hebat Pramoedya Ananta Toer.

Mulai saat itulah saat menulis. menulis tentang pengalaman dan hal yang paling kita pahami adalah cara terbaik untuk mulai menulis. itulah yang saya lakukan ketika menulis novel ARSITEK KEHIDUPAN ini. Saya menulis dan menulis. akhirnya pada tahun 2015 novel ini rampung. Setelah rampung ternyata rasa minder itu hinggap kembali. Untuk itu novel ini saya simpan rapat-rapat di dalam sebuah folder dikomputer.

Ditahun 2018 saya ikut sebuah kompetisi menulis cerpen nasional yang diadakan oleh penerbit KARYAPEDIA. Dan akhirnya saya terpilih menjadi salah satu contributor buku antologi cerpen yang berjudul DREAMPEDIA. Berawal dari sinilah saya mulai pede untuk mempublikasikan karya.

Mulai aja dulu. Itulah prinsip saya waktu itu. Dan ini juga bisa teman-teman pakai ketika teman-teman ingin memulai sesuatu. Tak usah berpikir ini itu, yang penting mulai aja dulu.
Dan ditahun ini, saya mencoba memberanikan diri untuk mempublikasikan karya. Ya minimal untuk koleksi buku sendiri, biar ada diantara koleksi perpustaan pribadi saya buku karangan sendiri. Dan ini juga hal untuk meninggalkan jejak untuk anak cucu saya nantinya.

Untuk itu, saya mengajak kepada teman-teman untuk MULAI AJA DULU dan mulai mendesain kontruksi mimpi menjadi nyata. Menjadi seorang ARSITEK KEHIDUPAN.

#atmagobanten #arsitekkehidupan #mulaiajadulu

  Komentar untuk Novel Arsitek Kehidupan (Words From Leo Ikals)

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. New Normal Starter Pack

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cibeurum, Sukabumi Kota  |  30 May 2020
  2. Warga RW 22, Mergangsan Kidul Sulap Selokan Jadi Lahan Budidaya Ikan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Jun 2020
  3. Viral Video Anak Merokok, Yayasan Lentera Anak : Pelanggaran Peraturan Dan Hak Anak

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Jagakarsa, Jakarta Selatan  |  28 May 2020
  4. Penyakit Cengkal

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kalipuro, Banyuwangi  |  30 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    Aceh Sukses Putus Rantai Penyebaran COVID

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  28 May 2020
  2. 3
    Komentar

    TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU

    Dhani Rama  di  Palu Kota  |  1 Jun 2020
  3. 3
    Komentar

    KAMPUNG UJUNG BERBENAH SAMBUT NEW NORMAL

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  31 May 2020
  4. 2
    Komentar