Nglarak Blarak Olah Raga Pendobrak Keterbelakangan di Kulon Progo

34360 medium post 43005 e2ad9305 3783 401b b432 9dcff2aeaa20 2018 10 02t11 26 28.847 07 00
Ngalarak Blarak merupakan olah raga tradisional yang dibangakan di Kabupaten Kulon Pogo. Pada hari Minggu, 30 September 2018 di lapangan Sidowayah untuk kali kedua Kecamatan Samigaluh menyelenggarakan kompetisi tersebut.
Nglarak blarak merupakan salah satu olah raga tradisional yang diunggulkan di tingkat nasional wujud dari perkawinan olah raga, kebudayaan dan potensi lokal Kabupaten Kulon Progo yaitu sebagai salah satu produsen gula kelapa. Dari kata Nglarak Blarak bila disingkat menjadi "Nglabrak" atau melabrak (mendobrak-red) terhadap kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangn. Olah raga ini diharapkan mampu menjadi spirit untuk pembangunan Kulon Progo yang lebih maju. Demikian yang disampaikan Drs. Untung Waluyo dalam sambutan pembukaannya.

Aktivitas petani penyadap nira kelapa mewarnai tahapan pertandingan berupa memutarkan keranjang bambu, memukul kulit kelapa menggunakan stik/tongkat yang terbuat dari batang daun kelapa, melompat diatas keranjang bambu dan memperebutkan bumbung (tabung bambu) yang berjumlah 5 buah. Peserta yang berjumlah 8 orang yang terdiri dari 5 laki-laki dan 3 perempuan dalam setiap tahapan memperebutkan di tengah arena dengan estafet dan diahiri perebutan bumbung dengan ditarik diatas daun kelapa (blarak) mengelilingi arena pertandingan.
Pertandingan menyertakan 7 desa di wilayah Samigaluh yang disaksikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Camat Samigaluh, Kapolsek, Koramil, Kepala Desa, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kulon Progo dan ratusan warga.
Fisik yang prima dan keseimbangan tubuh sangat diperlukan, beberapa kali peserta terjatuh saat berada diatas daun kelapa yang ditarik oleh peserta, bahkan 2 peserta jatuh pingsan karena kelelahan secara fisik.

Hasil perlombaan juara pertama masih dipertahankan oleh Desa Purwoharjo, Disusul Desa Gerbosari, Desa Pagerharjo dan Desa Kebonharjo.
Sudah dilihat 63 kali

Komentar