Nenek Tayem, Bertahun-tahun Makan dengan Lauk Bubuk Kacang Tanah

21280 medium 3 2 5a796d8ff13344251863c313
Kehidupan Tayem (80) janda uzur asal Dusun Gejugan RT 24 RW 05, Cukilan, Suruh, Kabupaten Semarang benar-benar sangat menyedihkan. Selain tinggal di rumah yang tak layak, ia juga bertahun-tahun makan dengan lauk bubuk kacang tanah olahan sendiri.
Mbah Tayem sebenarnya sangat kurang nutrisi. Sebab, setiap hari dirinya hanya makan nasi ditemani lauk berupa bubuk kacang yang diolahnya sendiri. Kadang, saat nasib baik berpihak padanya, ada tetangga yang memberi sayuran. Selebihnya, sarapan, makan siang hingga makan malam, menu lauknya tetap, yakni bubuk kacang.
Tayem tinggal sendirian, satu-satunya anak semata wayangnya tinggal cukup jauh, celakanya ekonomi sang anak juga kembang kempis. Untuk mengisi hari tuanya, Tayem memelihara beberapa ekor ayam yang saban malam juga tidur di dalam gubuk miliknya. Artinya, rumah yang ditempatinya juga merangkap sebagai kandang ayam. Begitu pun saat beristirahat melepas penat, Tayem ditemani bantal dan selimut lusuh yang jelas- jelas tak layak pakai.
Itulah cerita nestapa dari seorang nenek renta yang menyedihkan. Di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawe ini, ternyata masih banyak dijumpai dhuafa-dhuafa di pelosok desa yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Sayang, nasib baik belum berpihak pada dirinya, sehingga di usia senja masih terabaikan dalam kesendirian.
Sudah dilihat 47 kali

Komentar