Narkoba Jenis Krokodil Masuk Indonesia

7976 medium narkoba

Tak dipungkiri, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial, mulai dari makanan, elektronik, sampai narkoba. Akhir-akhir ini kita pun dihebohkan dengan masuknya narkoba yang dikemas dalam bentuk lain, permen misalnya, yang menyasar anak-anak.

Untuk itu, masyarakat Indonesia, sekarang ini harus berhati-hati dalam memilih makanan, terutama seperti permen. Sebab, belum lama ini Badan Narkotika Nasional menemukan narkoba yang menimbulkan adiksi.

Seperti narkoba yang sangat mematikan berasal dari Rusia, yakni jenis sabu krokodil. Narkoba yang cukup dikenal di Rusia ini ternyata sudah ditemukan di Indonesia.
"Narkoba jenis krokodil asal Rusia ditemukan dan didapatkan di daerah wilayah Ibukota DKI Jakarta, kemudian Jawa Barat," kata Khofifah Indar Parawan Menteri Sosial, Sabtu (29/10/2016) malam di Sidoarjo .

Menurut dia, narkota ini sebuah zat yang menimbulkan adiksi. Dimana, adiksi ini adalah kecanduan atau ketagihan sebuah pola maladaptif dari penggunaan narkoba.
Sehingga, menyebabkan sebagaian besar merusak kontruksi otak. Karena, adanya zat adiktif tertentu. "Zat inilah yang bisa menimbulkan seperti membuat kulit mengering, setelah itu mrotoli dagingnya, tinggal tulang-belulangnya," ujarnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini mengungkapkan, kalau Komjen. Pol Budi Waseso Kepala BNN menyebutkan, tahun 2015, masyarakat membelanjakan untuk narkoba sudah menembus sekitar Rp72 triliun.
"Dari situlah warningnya Presiden per Januari 2015, Indonesia darurat narkoba," ujarnya.

Menurut Khofifah, adiksi sekarang ini muncul kembali di tengah masyarakat, seperti penggunaan atau menghirup lem. penggunaan lem, yang sangat terkenal di ibukota era tahun 2000, hilang dan muncul kembali sasarannya masih anak-anak.
"Tapi, sekarang sasarannya lebih banyak anak-anak yang ada di daerah luar jawa. Untuk itu, upaya yang dilakukan pemerintah sekarang ini memutus mata rantainya sampai tutup," ujarnya

Sumber: suarasurabaya.net
Sudah dilihat 511 kali

Komentar