Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah

18 January 2019, 12:58 WIB
0 0 54
Gambar untuk Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah
Oleh Husnul Khatimah

TANAH SAREAL, AYOBOGOR.COM--Memasuki musim hujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) harus diwaspadai termasuk di Kota Bogor. Pasalnya, sepanjang tahun 2018 tercatat terjadi 727 kasus DBD dari 25 Puskesmas yang ada di 68 Kelurahan di Kota Bogor.

Sementara hingga pertengahan Januari 2019, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mencatat sedikitnya telah merawat 37 pasien DBD.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilans Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sari Chandrawati mengatakan masyarakat Kota Bogor harus mewaspadai wabah DBD.

Menurutnya, sejumlah langkah-langkah pencegahan harus dilakukan, yakni pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras bak penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas (3M) serta memakai lotion anti nyamuk, kelambu dan tanaman anti nyamuk.

“Kota Bogor telah mengalami penurunan kasus DBD setiap tahunnya. Dari tahun 2015 sebanyak 1.107 kasus, lalu tahun 2016 sebanyak 1.125 kasus, dan 847 kasus di tahun 2017 dengan 6 orangnya dinyatakan meninggal dunia. Sementara untuk tahun 2018 penderita DBD ada sebanyak 727 kasus, 4 orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Sari, Selasa (14/01/2019).

Dijelaskan, target Insiden Rate (IR) 2018 berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah 47 per 100.000. Sehingga dengan jumlah penduduk Kota Bogor yang ada saat ini maka seharusnya kasus DBD tidak melebihi 500 kasus. Untuk mencapai hal tersebut, maka pemerintah terus berupaya melakukan pemantauan jentik nyamuk oleh kader, siswa sekolah, maupun unsur masyarakat lainnya.

“Dinkes sudah melatih kader jumantik yang berasal dari unsur masyarakat dan unsur sekolah. Mereka telah melakukan PSN minimal 1 kali dalam seminggu. Upaya itu dilakukan serentak setiap minggunya,” kata dia.

Jika PSN dilakukan dengan baik, lanjutnya, maka tindakan fogging atau pengasapan tak perlu lagi dilakukan. Sebab, fogging tidak bisa sembarangan dilakukan karena memiliki syarat-syarat tertentu. Selain itu, jika ada penderita DBD di wilayah, maka petugas puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi. Kemudian petugas akan memeriksa rumah-rumah dalam radius 100 meter.

“Itu dilakukan guna memastikan apakah ada jentik nyamuk atau tidak di wilayah tersebut. Setelah itu petugas akan mencari kembali apakah terdapat penderita lain di wilayah yang sama, jika ditemukan maka hasilnya positif. Intinya ketika terjadi penularan berarti telah kedapatan nyamuk yang harus diberantas melalui upaya PSN fogging. Upaya fogging wajib dilakukan jika sebelumnya telah melakukan 3M yang wajib dilakukan rutin setiap seminggu sekali,” tandasnya.

Editor : Andri Ridwan Fauzi

  Komentar untuk Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!