Museum Pertanian Terbaik di Asean Hadir di Bogor

59523 medium img20190422110404
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM—Wisata edukasi Museum Pertanian dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro bersama mantan menteri pertanian Sjarifudin Baharsyah yang merupakan salah seorang penggagas Museum Pertanian.

Museum Pertanian terlengkap di tanah air ini terletak satu komplek dengan Museum Tanah yang berada di Jalan Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, atau tepatnya di seberang pintu masuk utama Kebun Raya Bogor.

Sekjen Kementan Syukur Iwantoro mewakili menteri mengatakan, museum pertanian ini bukan hanya pertama di Indonesia dari segi jumlah kelengkapan koleksi namun juga museum pertanian terbaik di kawasan Asia Tenggara.

"Museum ini terbaik di Asia Tenggara yang akan menjadi destinasi wisata edukasi baru di Kota Bogor dan museum ini akan diintegrasikan dengan destinasi-destinasi wisata di Kota Bogor," ujar Iwantoro usai peresmian.

Iwan mengatakan, museum pertanian dibangun sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang digagas oleh menteri-menteri pertanian sebelumnya seperti Sjarifudin Baharsyah.

"Museum pertanian ini akan membantu menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya pertanian Indonesia. Museum ini diharapkan mampu memberikan peran penting dalam semangat dan kepedulian generasi muda terhadap pembangunann pertanian di Indonesia," kata Iwantoro.

Dia mengatakan, museum ini akan terus dikembangkan dan dilengkapi dengan mengacu pada referensi dan perkembangan permuseuman secara internasional.

"Saya yakin museum ini juga bisa menjadi ikon tujuan wisata budaya dan edukasi di Kota Bogor. Museum Pertanian ini menjadi tonggak sejarah bangsa kita untuk menang dan menata masa depan pertanian Indonesia," katanya.

Kepala Pusat Pepustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Leli Nuryati mengatakan, Museum Pertanian menawarkan konsep wisata edukasi dengan tema “Bertolak dari Masa Lalu, Menapak ke Masa Depan”.

Museum ini hadir untuk menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan perkembangan pertanian bangsa dari masa lalu hingga masa sekarang serta ilustrasinya pada masa yang akan datang.

“Konsep yang ditawarkan dari museum ini adalah mengkaitkan sejarah pertanian dan peradaban di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang sesuai dengan temanya ‘Connecting The Past To The Future’,” ungkap Leli.

Dia mengatakan, di lantai pertama museum berbagai informasi komoditas pangan di Indonesia diilustrasikan dalam bentuk diorama pengolahan lahan sawah, rumah petani, hingga alat pertanian yang sangat menarik untuk dijadikan spot foto bagi para pengunjung. Museum Pertanian menawarkan sensasi yang menyenangkan dengan dekorasi yang sangat instagramable.

Beranjak ke lantai dua, pengunjung akan mendapatkan Galeri Kebijakan dan Komoditas yang menggambarkan perkembangan pertanian Indonesia dari era kolonial (VOC dan Pemerintah Belanda) sejak tahun 1600 sampai 1945. Hingga perkembangan pertanian pada era setelah kemerdekaan hingga saat ini yang dipamerkan berdasarkan periodisasi kabinet dari tahun 1945 sampai 2019.

Menariknya, selain memiliki zona instagramable yang akan menggugah pengunjung untuk terus berfoto, di geleri yang merangkum pembangunan pertanian dari tahun 1600 sampai dengan 2019 ini, terdapat area coffee corner yang menjadi tempat icip–icip produk kopi, the, dan kakao dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan dimanjakan melalui Galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045 yang terdapat di lantai 3.

Dalam galeri ini, pengunjung dapat melihat bagaimana pengembangan pertanian 4.0 dengan sangat apik. Ilustrasi penggunaan teknologi canggih seperti drone, market smart farming, hingga “Atutonomous Tractor” traktor tanpa awak yang menggunakan sistem GPS berbasis Real Time Kinematika juga dapat pengunjung temukan di galeri ini.

Galeri keempat dari Museum ini terletak di Gedung D yang juga masih berada di komplek Museum Tanah dan Pertanian Bogor. Galeri ini memiliki lima zona ruangan terpisah dengan spot edukasi dan visualisasi yang menarik. Galeri Peternakan menampilkan berbagai perkembangan teknologi peternakan yang disajikan dalam bentuk video pendek, diorama, poster, dan beberapa artefak.

“Setelah dibuka resmi oleh Bapak Menteri Pertanian, untuk sementara Museum Pertanian masih membebaskan tiket masuk tanpa dipungut biaya, harapannya museum ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat khususnya para generasi muda,” ungkap Leli.

Museum Pertanian akan dibuka pada hari dan jam kerja, yakni dari Senin sampai Jumat pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, sementara museum ini akan tutup pada hari Sabtu hingga Minggu.

Sudah dilihat 35 kali

Komentar