Mudahkan Para Calon Tki, Disnakertrans Subang Launching Layanan Terpadu Satu Pintu – P2 Tki

Img 20180208 143340
SUBANG, Lampusatu.com,- Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi membentuk Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) khusus – Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P2TKI) Kamis siang (8/2/2018).

Peresmian layanan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Subang Hj.Imas Aryumingsih didampingi oleh Kadisnakertrans Kab. Subang Asep Nuroni.

Hadir pada kesempatan itu, perwakilan dari Kemenaker, BNP2TKI Pusat, KPK, Kemendagri, Kanwil Imigrasi kelas I Bandung, unsur Muspida, Camat se-Kab.Subang, dan tamu undangan lainnya.

Kadisnaker Subang Asep Nuroni mengatakan, pembentukan LTSP ini untuk meningkatkan kualitas layanan pengurusan dokumen bagi TKI yang akan bekerja ke luar negeri sehingga proses penempatan dan perlindungan TKI menjadi lebih optimal.

“Pembentukan LTSP ini untuk meningkatkan pelayanan terpadu yang mudah, murah, aman, berkualitas dan cepat dalam rangka penempatan dan perlindungan TKI serta menghindari praktek percaloan sehingga masyarakat mendapat pelayanan cepat dan nyaman,” kata Asep Nuroni dalam sambutannya.

Dengan adanya LTSP ini kata Asep, maka seluruh pelayanan dokumen ketenagakerjaan yang menjadi kewenangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kantor Imigrasi, Kepolisian, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNP2TKI), Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan melayani TKI dalam satu tempat yakni di LTSP.

“Tim LTSP ini terdiri dari Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi, BP2TKI, Polres Subang, Dinas Kesehatan dan Disdukcapil Subang. Jadi TKI akan dilayani di satu tempat, termasuk penerbitan Pasport, Pemeriksaan Kesehatan, dan penerbitan dokumen lainnya,” ungkap Asep Nuroni.

Dijelaskannya, keberadaan layanan terpadu bagi TKI ini akan mempercepat dan mempermudah proses pengurusan dokumen mulai dari tahapan permohonan, pemberkasan sampai ke tahap pengambilan dokumen.

Sementara ditambahkan perwakilan dari BP2TKI pusat Haposan, dimana Sistem layanan satu pintu yang akan dijalankan, yaitu, dalam hal perekrutan, penempatan, dan paska pemulangan TKI bisa lebih baik dan efisien. Dan LTSP itu berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Subang.

“Memang diperlukan sinergisitas dari seluruh pihak agar seluruh proses pelayanan menjadi transparan, dapat mengurangi biaya, menghindarkan adanya birokrasi yang berbelit-belit sehingga menimbulkan ketidakpercayaan para pemohon. Sehingga banyak para calon TKI yang lebih memilih jalur cepat walaupun ilegal, ”katanya.

“Untuk pemberangkatan TKI berdasarkan data yang kami miliki Kab.Subang ada pada urutan ketiga di Jawa Barat setelah Kab.Indramayu dan Kab.Sukabumi,”tandasnya.

Bupati Subang Imas Aryumingsih mengapresiasi adanya program layanan satu pintu terpadu dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut. Karena tentunya semakin memudahkan calon TKI dan TKI dalam mengurus segala bentuk persyaratan administratif.

Terlebih memberikan perlindungan kepada TKI nantinya. Bahkan ia menekankan adanya aturan yang harus ditetapkan oleh disnaker, dimana semua calon TKI semuanya wajib terdaftar di Disnaker.

Melalui layanan ini, ia mengintruksikan semua Camat se-Kabupaten Subang untuk gencar mensosialisasikannya ke desa-desa.

“Jangan sampai kita kalah oleh para calo atau disebut perantara yang jemput bola ke Masyarakat. Karena biasanya mereka bisa setiap hari datang ke rumahnya,”ujarnya.

“Saya juga minta Disnaker membuat tim khusus untuk mensosialisasikan progam ini. Dan sampaikan dengan baik, melalui program ini para calon TKI bisa terlayani dengan biaya murah, gampang, dan cepat,”tegasnya.

Peresmian pelayanan satu pintu itupun ditandai dengan pukul goong oleh Bupati Subang Hj.Imas Aryumingsih didampingi para tamu undangan lainnya. Dan diakhiri penandatangan fakta integritas sejumlah instansi terkait dan sepuluh perusahaan pemberangkatan TKI.

Komentar