Monumen Sayap Sebelah, Sebuah Tugu Yang Unik Bersejarah

Gambar untuk Monumen Sayap Sebelah, Sebuah Tugu Yang Unik Bersejarah
Banyak orang berlalu-lalang di dalam Komplek Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma di jalan yang menuju ke arah Base Ops Lanud. Baik itu anggota TNI AU, warga sipil yang berkepentingan, wartawan hingga presiden.

Namun tidak ada yang menghiraukan sebuah monumen berwarna kuning keemasan yang telah berdiri selama 66 tahun di sisi sebuah lapangan rumput. Jika kita datang dari gerbang Lanud, posisinya berada di sisi kanan.

Hanya kesepian yang menemaninya sepanjang hari, mungkin wajar, karena monumen ini sedikit tertutup oleh rindangnya pepohonan glodokan tiang yang berbaris menjulang ke atas bak piramid.

Banyak orang membuat monumen berbentuk burung rajawali atau garuda dengan sayap merentang gagah, namun ada juga yang hanya membuat sayapnya saja, sepasang atau sebelah, sehingga secara bentuk, monumen ini memang unik.

Itulah monumen unik ini yang berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, meski tidak ada nama resminya sejak diresmikan, namun karena desainnya hanya sebelah sayap, maka monumen ini dikenal sebagai "Monumen Sayap Sebelah".

Monumen Sayap Sebelah ini berdiri kokoh di atas lantai segilima bersusun dua yang tebalnya lebih kurang sepertiga meter.

Ketika pernah ditulis majalah Angkasa No. 11, Agustus 1994, disebutkan bahwa bagian bawah monumen berwarna merah dan bagian atas berwarna putih, yang merupakan lambang bendera Indonesia.

Disebut juga bahwa monumen ini berada di tengah lapangan kira-kira 100 meter dari menara pengawas Lanud Halim, namun sekarang, monumen ini berada di samping lapangan.

Monumen ini memiliki tinggi 17 meter. Terdiri dari bulu-bulu utama bagian luar dan bulu-bulu bagian dalam masing-masing 18 dan 8 helai.

Maknanya jelas, mengekspresikan proklamasi kemerdekaan Republik Inddonesia 17 Agustus 1945 dalam bentuk lambang bermakna.

Begitu pula lantai dasar yang berbentuk segilima, menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan berlandasan Pancasila.

Masih menurut Angkasa, untuk memberi kesan anggun di setiap sudut lantai dipasang masing-masing sebuah lampu berwarna merah yang menyorot ke arah obyek utama.

Sinar lampu itu membuat Monumen Sayap Sebelah tampak membara, dilihat dari atas pesawat di waktu malam, monumen ini tampak jelas dari berbagai arah.

Rancangan monumen ini hasil dari pemenang sayembara yang diselenggarakan oleh Kapten M. Jacoeb yang saat itu menjadi Komandan Lanud Tjililitan (sekarang Lanud Halim Perdanakusuma) pada tahun 1953-an.

Monumen Sayap Sebelah dibuat untuk mengenang almarhum Abdul Halim Perdanakusuma yang gugur bersama Iswahyudi di Tanjung Hantu, Malaka pada 14 Desember 1947 dalam perjalanan pulang dari Thailand ke Indonesia lewat Singapura.

Monumen Sayap Sebelah memang bukan nama resminya, monumen ini termasuk ke dalam kelompok monumen dengan bentuk tugu.

Monumen Sayap Sebelah didirikan dengan tujuan sebagai identitas Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dan (saat itu) sebagai check point pesawat yang akan mendarat.

Di samping itu juga dimaksudkan, untuk mengabadikan nama Marsekal Muda Anumerta Abdul Halim Perdanakusuma sebagai pengganti nama Lanud Tjililitan yang diresmikan pada 17 Agustus 1952.

Halim Perdanakusuma punya banyak pengalaman di bidang militer.
Kariernya dimulai sejak mengikuti pendidikan di Angkatan Udara Inggris melalui Royal Canadian Air Force sebagai navigator.

Pada masa perjuangan Indonesia, Halim terpanggil untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

Ia kembali ke tanah air dengan bekal pengalaman dan kemampuan yang diperolehnya selama mengikuti pendidikan dan bertempur dalam Perang Dunia II di bawah Angkatan Udara Inggris.

Dengan bekal pengalaman tersebut Halim Perdanakusuma bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Prestasi gemilang yang dibuat Halim adalah merencanakan operasi udara pertama pada 29 Juli 1947 di Jawa Tengah. Halim berhasil menggembleng dan menugaskan beberapa perwira muda untuk mengadakan serangan mendadak terhadap tangsi-tangsi Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga.

Monumen Sayap Sebelah diresmikan tahun 1953 dengan upacara militer. Bertindak sebagai inspektur upacara Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) Marsekal R. Suryadi Suryadarma.

Hadir dalam peresmian tersebut para pejabat AURI dan segenap anggota Lanud Halim Perdanakusuma.



Teks : Beny Adrian

Sumber :

https://www.mylesat.com/2017/11/11/monumen-sayap-sebelah-di-lanud-halim-sering-dilewati-namun-tidak-dipahami/


Dokumentasi Photo : Dispenau

  Komentar untuk Monumen Sayap Sebelah, Sebuah Tugu Yang Unik Bersejarah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Penimbunan Lokasi Smelter PT. GNI Diduga Tidak Memiliki IUP

    Sandy Makal  di  Morowali Utara  |  24 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 11
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    Kesedihan Luar Biasa Warga SDN 2 Mantang terhadap Mutasi Guru

    narma  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    SAMPAH PLASTIK GELITIK BKR BLAMBANGAN BANYUWANGI

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  21 Jan 2020