MIRIS..STUNTING TAK BISA DIOBATI, PENDERITA STUNTING DI SUBANG CAPAI 4000 ORANG

38154 medium fb img 1541568334340
Permasalahan Stunting di Kabupaten Subang terus menjadi perhatian. Data yang ada saat ini sebanyak 4.000 orang positif terjangkit stunting. Jumlah ini berdasarkan hasil pendataan pada 2017 lalu. Tahun ini, tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan bahkan bisa tembus lebih dari 5.000 orang. Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Subang dr.Ahmad Nasuhi, Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Subang Ahmad Nasuhi juga menyebutkan dari data Dinkes, jumlah stunting di Kabupaten Subang pada 2017 sebanyak 4000 orang. "Dari data 2017 ada sekitar 4000 orang, kungkinan tahun 2018 ini ada peningkatan tapi kita masih mendatanya. Ini masih di bawah standar Nasional yakni 25%, kita sekitar 24%-an," kata Ahmad Nasuhi Selasa siang(6/11/2018). Menurutnya, permasalahan Stunting ini harus segera ditangani dengan cepat dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Untuk mengatasi masalah Stunting, kata Ahmad, kita sarankan ibu hamil harus memastikan terjaminnya zat besi atau tidak amenia dan asupan bergizi serta periksa bidan untuk memantau perkembangan kandungan. Untuk menekan peningkatan jumlah stunting, pihaknya melakukan upaya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, baik dengan sasaran orang tua maupun kepada anak-anak usia pelajar. "2018 ini kita fokus pada sosialisasi. 2019 nanti kita action ke lapangan," Hal lain yang harus dihindari untuk mencegah anak yang lahir stunting adalah, nikah usia dini. Ahmad menjelaskan, usia di bawah 20 tahun, kondisi rahim atau reporduksi masih lemah, sehingga beroptensi akan berkontribusi anak yang dilahirkan menjadi stunting. Celakanya, nikah usia dini di Kabupaten Subang tidak sedikit. Kondisi ini, dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya jumlah stunting. (anrj)
Sudah dilihat 15 kali

Komentar