Miris, Penderita HIV/AIDS di Lamongan Meningkat

5085 medium 32564
Penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Lamongan tahun ini mengalami peningkatan 70 orang dibanding 2015 yang terdata hanya sebanyak 810 penderita. Menurut Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan, Bambang Susilo, jumlah tersebut merupakan hasil dari pantauan dan pendataan pihaknya dari tingkat puskesmas. “Kita kan aktif mencari, mendata, penderita yang ada di puskemas dan rumah sakit, akhirnya banyak yang ketemu,”.
salah satu penyebab peningkata ini karena sulitnya penyakit ini disembuhkan. Ironisnya, penderita juga menyebar di seluruh kecamatan.

“Karena tidak bisa disembuhkan, HIV/AIDS ini semua kecamatan terdampak. Dari perantauan banyak yang kena, mulai Surabaya, Jakarta dan kota besar lainnya. Jadi mereka itu mobile, kena AIDS di sana dan pulang ke Lamongan,”.
penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya ini, didominasi usia produktif, 30-40 tahun. Rata-rata diakibatkan prilaku seks bebas. Di peringkat kedua baru akibat penggunaan jarum suntik dan narkotika.

Dinkes Lamongan untuk sementara dalam menangani penderita HIV/AIDS, mengandalkan pemberian obat Anti Retrofariel (ARF). Obat ini memiliki fungsi untuk mencegah perkembangan virus berbahaya tersebut, agar tidk dapat menular.

“Namun penderita harus melakukan pengobatan secara rutin dan teratur, hingga tingkat penularannya nol, sehingga sumber penularannya tidak ada,”.
“Obatnya gratis disediakan pemerintah, dan bisa diambil di poli VCT RSUD Soegiri. kita juga sudah menunjuk puskesmas Babat sebagai poli VCT, dan sudah dilatih. Kedepannya, poli VCT dapat mempermudah masyarakat untuk memeriksakan dirinya,”, Saat ini Lamongan berada di urutan 9 kota/kabupaten se-Jatim. Sedangkan Surabaya dan Malang masih menempati peringkat kedua teratas.
Sudah dilihat 146 kali

Komentar