MINTA BANTUAN PEMDA, PELAKU USAHA MEBELLER PABUARAN MENGELUH SULIT PASARKAN PRODUKNYA

27 March 2019, 13:24 WIB
1 0 75
Gambar untuk MINTA BANTUAN PEMDA, PELAKU USAHA MEBELLER PABUARAN MENGELUH SULIT PASARKAN PRODUKNYA
Pelaku usaha home industri mebeuler sofa dan spring bed di Kecamatan Pabuaran mengaku kesulitan dalam memasarkan prodak-prodaknya. Hal tersebut dikemukakan oleh pelaku usaha mebeuller asal Pabuaran Ade Akbari, . Ade Akbari saat ini hanya mengerjakan sofa atau springbed sesuai pesanan, atau dikenal dengan istilah custom. Harga yang ditawarkan Ade beragam, dimulai Rp 2 jutaan hingga Rp 10 jutaan. Di tempatnya tinggal Desa Siluman Pabuaran, ada sekitar 50 pelaku home isdustri yang serupa. Tidak dibentuknya kelompok usaha sejenis, membuat 50 pelaku home industri ini saling menjatuhkan satu sama lain. itu pula alasan mengapa Ade Akbari kesulitan dalam memasarkan prodaknya tersebut. Karya-karya Ade sudah sampai ke berbagai daerah di Indonesia, hal demikian menurutnya akibat dia rajin memanfaatkan paltfrom toko online. Dia berharap pemerintah tidak alpa, namun menurutnya, pemerintah harus ikut memikirkan persoalan kesulitan memasarkan, yang dialami oleh pelaku home isdutri mebeuller sofa dan spring bed di desanya. Namun masalahnya pada pemasaran, terutama mengatasi persaingan antara 50 pelaku home industri, itu yang sulit,” tukasnya.

  Komentar untuk MINTA BANTUAN PEMDA, PELAKU USAHA MEBELLER PABUARAN MENGELUH SULIT PASARKAN PRODUKNYA

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. PEREMPUAN TANGGUH PERINA

    @ichaq_rasyid  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  5 Jan 2020
  3. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  4. Organisasi Mahasiswa Daerah Melakukan Aksi Galang Dana Peduli Banjir Bekasi

    Abdul Malik Fajar  di  Bekasi Kota  |  4 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020