Mewujudkan Pringkasap Sebagai Desa Pertanian Organik

29 January 2018, 18:07 WIB
7 0 245
Gambar untuk Mewujudkan Pringkasap Sebagai Desa Pertanian Organik
AtmaGo Subang- Dedi Mulyadi, Pemuda Desa pringkasap, Kecamatan Pabuaran berhasil menciptakan pupuk organik hayati yang diberi nama DEKA. Pupuk organik hayati DEKA tercipta melalui proses penelitian panjang yang berlangsung sejak tahun 2012 hingga tahun 2016 di laboratorium sederhana di kediamannya.

Kini, produk pupuk DEKA sudah mulai digunakan sebagian petani di Pringkasap dan sekitarnya. Dengan menggunakan pupuk organik ini, bersama komunitas tani di Paguyuban Bumi Mandiri kini sudah diproduksi pula beras organik Pringkasap. Dirinya bercita-cita mewujudkan Pringkasap sebagai desa pertanian organik.

  Komentar untuk Mewujudkan Pringkasap Sebagai Desa Pertanian Organik

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. SELAMAT KEPADA BUPATI LOMBOK UTARA

    @ichaq_rasyid  di  Praya, Lombok Tengah  |  12 Feb 2020
  2. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. Atraksi Teaterikal Peserta Karnaval Putri Mandalika 2020

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  14 Feb 2020
  4. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Bakesbangpoldagri: Banyak Wilayah di NTB Terpapar Narkoba

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  13 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    Kegiatan Aisyiyah Kec. Mergangsan meriah

    Rita Jatmikowati  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Feb 2020
  4. 4
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020