Merasa Diabaikan, Warga Korban Likuefaksi Balaroa Demo Wali Kota Palu

66917 medium wpxxcfp9oq4ii2evll6r
Ratusan warga terdampak bencana likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali menggelar aksi unjukrasa untuk menagih janji Pemerintah Kota Palu menyalurkan bantuan kebencanaan yang tak kunjung ada kejelasan.
Ketua Forum Korban Gempa Bumi dan Likuifaksi Kelurahan Balaroa, Abdurahman Kasim mempertanyakan bantuan dana stimulan, jaminan hidup (Jadup) dan santunan duka yang tak kunjung ada kejelasan.
.
"Saya ingatkan kepada pemerintah masih ada korban yang menderita dan sampai saat ini belum ada kejelasan," katanya. Menurutnya terdapat bantuan kebencanaan senilai Rp 35 miliar belum juga jelas arahnya kemana. "Setelah saya berdialog dengan Ketua DPRD Kota Palu, sebagian dana tersebut sudah tersalurkan pada awal tahun. Masih ada sisa sekitar Rp 20 miliar yang harus disalurkan ke warga terdampak bencana," ujarnya.

Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya penyalahgunaan anggaran kebencanaan tersebut.
Selain itu, proses pengajuan penyaluran bantuan sering kali terhambat data yang tidak valid. Padahal, data yang diberikan sudah sesuai dengan jumlah korban terdampak, baik yang korban yang rumahnya terkubur likuifaksi, penghuni tenda pengungsian dan rumah rusak yang tidak layak ditempati. "Jika tuntutan ini tidak dapat dipenuhi, kami akan datangi pengadilan untuk mengajukan adanya kecurigaan permainan anggaran kebencanaan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Forum, Agus Manggona, mengatakan, sudah sekitar 10 bulan warga menempati tenda pengungsian tapi pemerintah kurang memperhatikan warganya. "Di daerah lain dana santunan, dana jadup dan stimulan sudah tersalurkan. Sementara warga terdampak Balaroa sebagian besar belum tersalurkan. Tolong, kenapa bisa begini," ujarnya.
.
Sumber : kumparan
Sudah dilihat 23 kali

Komentar