Merajut Asa dengan Sketsa Wajah

66457 medium post 71016 31730536 787e 4767 9a18 9ea6833fa2bc 2019 07 12t11 45 35.374 07 00 66458 medium post 71016 44965eb6 a702 4f6d 8a5f 818a7803ddbc 2019 07 12t11 45 39.971 07 00
Man jadda wa jada, barangkali pepatah arab itulah yang bisa menggambarkan kegigihan Bapak Sigit Purwanto (51) dan Ibu Dede Rohimah (46) menekuni usaha Sketsa Wajah. Usaha yang awalnya dimulai pada tahun 2001 terus digelutinya dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Ada 2 jenis produk seni sketsa wajah yang dia lakukan yaitu hitam putih dan warna. Yang hitam putih biasanya menggunakan bahan kertas Marga dan Pensil Conte, tariff nya Rp. 50.000 per 1 lukisan. Sedangkan yang warna menggunakan bahan kanvas dan cat acrylic, tariffnya mulai Rp. 500.000 untuk ukuran 40x50cm dan bisa bervariasi harganya tergantung ukurannya. Lama pengerjaan karya ini pun tidak sama, kalau yang hitam putih cukup 15 menit sudah jadi, sedangkan yang warna bisa 1 sampai 2 hari, tergantung kerumitannya.

Pak Sigit tiap harinya berpraktek menekuni usahanya di kawasan wisata pantai Parangtriris Bantul dengan cara berkeliling, istrinya pun tidak tinggal diam bersama sama membantu terutama sebagai marketingnya. Tiap harinya mereka memperoleh orderan untuk di sketsa rata-rata 4-5 orang. Kendalanya adalah apabila musim hujan datang seringkali menurun penghasilannya karena jarak dari rumah yang cukup jauh ke lokasi keliling yaitu dari Kampung Notoyudan RT 92 RW 25 Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedong Tengen DIY. Sebelum tiap hari berkeliling di Parangtritis, Pak Sigit pernah mangkal di Malioboro dan Kawasan wisata Kaliurang tiap Sabtu dan Minggu untuk menawarkan jasa sketsa wajah, namun ternyata kurang maksimal. Pria jebolan SMSR jurusan desain grafis ini awalnya bekerja di Artista Advertising dan Davinci Total Art sebelum kemudian usaha mandiri seperti sekarang ini. Pria yang juga menjabat sebagi Ketua RW ini juga telah mampu mengantarkan 2 putranya sampai ke jenjang perguruan tinggi, yaitu di UIN Sunan Kalijaga dan di UNY.

Sebagai ketua RW banyak harapan yang beliau sampaikan untuk pemangku kepentingan di wilayahnya, terutama permasalahan lahan parkir yang belum ada , sedangkan warganya sangat padat, juga ada masalah warga yang terdampak perluasan jalan inspeksi di bantaran kali Winongo untuk segera dicarikan solusinya.
Sudah dilihat 57 kali

Komentar