Menyuarakan si Bisu

48065 medium post 54706 5127ae36 17fa 4f93 901a 295180126e2a 2019 01 29t19 48 18.114 07 00 48066 medium post 54706 611ec882 9919 44af 8b58 c9414b74b72d 2019 01 29t19 48 18.712 07 00 48068 medium post 54706 94ba4959 dbef 4915 b2df 877d36600312 2019 01 29t19 48 19.463 07 00 48067 medium post 54706 ab314e8e dddd 4ffd 9b77 e4fdafb8cadc 2019 01 29t19 48 19.096 07 00 48069 medium post 54706 7f136b01 811b 4f10 95c4 78fe8da653fc 2019 01 29t19 48 19.916 07 00
Beranggotakan perempuan-perempuan desa, Serikat Perempuan Independen (SPI) Labuhanbatu yang berdiri sejak tahun 2001 dengan fokus utama advokasi dan pendampingan perempuan korban kekerasan dengan wilayah kerja Kabupaten Labuhanbatu. Dengan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera tanpa ada penindasan antara perempuan dan laki-laki, dengan memberikan penghargaan yang sama terhadap hak-hak yang dimiliki oleh perempuan dan laki-laki.

SPI Labuhanbatu berdiri dengan tujuan utama untuk menjadi wadah belajar dan berjuang bersama, menumbuhkan kesadaran untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan menumbuhkan kepemimpinan perempuan desa yang independen.

Upaya menghapuskan kekerasan terhadap perempuan bukanlah hal yang mudah, berbagai usaha dilakukan SPI dengan memperkuat komunitas anggota agar mampu mengadvokasi mulai tingkat desa dengan mendorong adanya regulasi Peraturan Desa untuk Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

Advokasi ini dilakukan sejak tahun 2016, dengan melakukan audiensi dan lobby ke para pihak, terlibat dalam Musrenbang mulai tingkat dusun dan desa, serta melibatkan Pemerintahan Desa dalam setiap kegiatan yang dilakukan SPI. Mengadvokasi adanya Perdes ini merupakan perjuangan besar dan panjang bagi komunitas, kami yang selama ini hanya mengurus rumah tangga, tidak berani berbicara di depan orang banyak. Akan tetapi kali ini mendapat tugas untuk mendorong adanya Perdes di desa, begitu menurut penuturan salah satu pengurus SPI Desa.

Dengan pembekalan berbagai pelatihan yang diberikan SPI, saya yang selama ini jarang berbicara akan tetapi diberi tanggung jawab untuk memfasilitasi diskusi, audiensi ke Kepala Desa, mengikuti rapat desa seperti musyawarah dusun dan musrenbang desa untuk mengusulkan adanya Perdes.

Hingga pada Bulan April tahun 2018 melalui advokasi yang panjang, Perdes Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan telah disahkan sebanyak 3 Perdes di 3 desa yaitu Desa Pondok Batu Kec. Bilah Hulu, Desa Perbaungan Kec. Bilah Hulu dan Desa Tebing Linggahara Kec. Bilah Barat.

Perjuangan belum selesai, setelah Perdes disahkan saat ini kami tetap mengawal bagaimana Pemerintahan Desa bisa mengimplementasikan Perdes tersebut dengan menganggarkan untuk program-program pencegahan, penanganan dan pemberdayaan perempuan korban kekerasan.
Sudah dilihat 106 kali

Komentar