Menyikapi Emosi Dengan Toleransi Dibalik Pelanggaran Antrian di SPBU Palu

3 September 2019, 10:48 WIB
5 0 322
Gambar untuk Menyikapi Emosi Dengan Toleransi Dibalik Pelanggaran Antrian di SPBU Palu
Manusia merupakan makhluk yang “Unik” dibanding ciptaan Tuhan lainnya, yang memiliki banyak keistimewaan yang begitu nampak. diantarnya memiliki rasa kepekaan dalam bentuk perasaan. entah itu perasaan bahagia, sedih, marah, benci dan lain sebagainya. perasaan itulah yang membuatnya merespon setiap keadaan.
Perasaan itu muncul dalam bentuk emosi yang melahirkan perilaku. ketika ia sedih, perilaku yang muncul akan menandakan kesedihannya. jika ia marah, perilakunya memperlihatkan suatu kemarahan. begitu pun dengan emosi lainnya. karena setiap manusia selalu mengeluarkan emosi yang berbeeda-beda berdasarkan peristiwa yang dialami.

Contoh kasus. seperti yang terjadi pada hari minggu (01/09/2019), di salah satu SPBU di kota Palu. salah seorang pengendara roda empat yang tidak mengikuti alur antrian, menimbulkan kemarahan bagi pengendara lain yang sudah mengantri lebih awal. aksi tersebut membuat salah satu pengendara turun dari mobil dan mengamuk karena tidak dapat mengontrol emosinya. pengandara itu menampar Body mobil si pelanggar. perdebatan pun terjadi antara pengendara yang melanggar dan pengendara yang emosi tadi. Kemudian salah seorang petugas SPBU yang bertugas pada Pom yang mengisi BBM mobil, memberi arahan agar pengendara yang melanggar tadi, untuk mundur kebelakang dan mengikuti barisan antrian.
Namun, pengendara yang mengamuk tadi, mengeluarkan kalimat yang kurang enak didengar oleh petugas SPBU yang memberi arahan sebelumnya. “Kalau mobil ini di isi lebih dulu, saya akan memukul petugas SPBU itu” ujar dia kepada pengendara yang melanggar. Kalimat tersebut membuat petugas SPBU tadi, tidak terima senang dan langsung emosi dengan pengendara itu. sehingga petugas SPBU mengeluarkan kalimat balasan. “Siapa yang akan bapak pukul ??. kalau saya yang tidak ada salah ini bapak pukul, saya akan memukul kembali”. kata dia. Kemudian si pengendara tadi dengan raut wajahnya yang masih emosi marah, mengatakan kembali “Coba saja kamu isi mobil ini, saya akan memukul kamu”. sehingga dari kalimat demi kalimat yang sedikit berdebat antara pengendara yang emosi dengan petugas SPBU tadi. hampir terjadi aksi yang tidak diinginkan (baku Pukul). Dan akhirnya aksi tersebut untung tidak terjadi karena tidak ada pihak yang lebih dulu melakukan aksi fisik. tetapi keduanya masih dalam emosi yang begitu besar.

Peristiwa diatas, merupakan satu diantara banyak peristiwa yang terjadi karena emosi yang tidak bisa dikontrol. al hasil, terjadi hal yang kurang diinginkan.
Mungkin kalian pernah mendengar peristiwa seorang pemuda di tanggerang selatan yang merusak motornya karena di tilang oleh polisi. pada bulan februari 2019 silam. atau seorang ayah di palang karaya yang menusuk anaknya hingga tewas karena emosi saat adu mulut. pada minggu 01 september 2019 kemarin. itu juga merupakan bentuk dari emosi yang berlebihan.

Sehingga ada pendapat dari Seorang Guru Besar Fakultas Pshikolog Universitas Gadja Mada (UGM). Prof. Drs. Koentjor, MBSC, Ph.D. dalam Kompas.com (07/02/2019). Menjelaskan bahwa penyebab seseorang melampiaskan emosi yang tidak terkontrol, biasa terjadi terjadi karena orang tersebut sering terbiasa dimanjakan atau pun tidak terbiasa dengan perlakuaan yang dialamainya. Namun, kebiasaan tersebut dapat diatasi dengan cara mengenal dan bertoleransi terhadap emosi yang keluar dari diri kita.
istilah Toleransi sendiri merupakan kemampuan untuk bersikap sabar dan menahan diri terhadap sesuatu kejadian. artinya jika kita sedang merasakan suatu emosi yang begitu besar, kita diharapkan bisa melaluinya dengan sikap yang toleransi. sehingga tidak akan menghasilkan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya, jika kita bisa berdamai terhadap diri kita sendiri dengan cara bersikap toleransi, maka hal yang sama pun dapat kita lakukan dalam menyikapi perbuatan orang lain. sehingga Kedamaian akan selalu ada bersama di lingkungan kita.

#AtmaGo
#wargabantuwarga

  Komentar untuk Menyikapi Emosi Dengan Toleransi Dibalik Pelanggaran Antrian di SPBU Palu

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  4. Warga Kampung Wirogunan Lakukan Mapping Wilayah untuk Penyusunan Masterplan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  20 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020