MENKO PMK TIDAK JADI DATANG TNI DAN PEMDES TETAP GELAR PENYERAHAN KUNCI 10 RUMAH RISA DI DESA AKAR-AKAR

40590 medium fb img 1543110210852
SID AKAR-AKAR INFO-AKAR-AKAR_ bertempat di Desa Akar-Akar Dusun Temuan Sari Panglima KOGASGABPAD NTB Madsuni, beserta Asisiten,Sekretaris BNPB, DANSEKTOR, KAPOLDA,KAPORRES DANRAMIL,KEPALA DESA AKAR-AKAR dan Aplikator Meresmikan Rumah Risha Sekaligus Dengan Penyerahaan Kunci 10 Rumah Risha untuk POKMAS “SEMERET SATU”

Suasana haru dan bahagia mewarnai acara penyerahan kunci 10 Rumah Risha di Dusun Temuan Sari desa Akar-Akar tersebut (20/11/18),setelah dilanda bencana gempa bumi 4 bulan yang lalu akhirnya masyarakat desa akar-akar dusun Temuan Sari bisa tersenyum bahagia melihat Rumah Risha yang berdiri kokoh yang dibangun oleh Prajurit TNI, bagaimana tidak bahagia karena pasca bencana gempa bumi Lombok banyak masyarakat di KLU tidak mempunyai tempat tinggal karena banyak rumah masyarakat yang hancur yang mengharuskan masyarakat harus tinggal dipengungsian, tenda-tenda Darurat,dan hunian sementara yang dibangun seadannya. namun setelah bantuan datang dari pemerintah pusat,pemerintah daerah khususnya seperti bantuan stimulan rumah Risha ini masyakat merasakan manfaat yang begitu besar. Itulah yang dirasakan oleh warga Dusun temuan sari “POKMAS SEMERET SATU”.

Panglima KOGASGABPAD Madsuni di awal sambutannya terlebih dahulu mengungkapkan kenapa ibu puan maharani Menko PMK tidak jadi datang ke Lombok Utara karena memang dari awal acara peresmian Risah Di dusun temuan sari desa akar-akar ini akan dihadiri oleh ibu puan maharani namun karena acara ibu puan maharani mempunyai acara bersamaan di Sumbawa barat kaitannya juga dengan peresmian Rumah Risha disana itulah yang membuat Menko PMK tersebut tidak jadi datang “ beliau menyampaikan pesan kepada saya bahwa tidak bisa menghadiri acara kaitannya dengan peresmian rumah Risha di Dusun temuan sari ini karena beliau juga ada acara yang sama di Sumbawa barat” imbuh Mayor jendral Madsuni dihadapan para tamu undangan.

Mayor jendral Madsuni juga menjelaskan kaitan dengan proses pembangunan rumah Risha didusun temua sari tidak lepas dari pengawasanya dan Dansektor,pada awal pengerjaanya memang terkesan lamban namun karena dorongan motivasi akhirnya prajurit TNI yang berjumlah 100 orang bisa menyelasaikan pengerjaan 10 rumah RISHA dalam tempo 10 hari beranggotakan 10 orang untuk 1 unit rumah. “ pertama saya cek 2 hari pembangunan rumah Risha ini hanya pondasi saja yang berhasil di bangun,saya kembali lagi berkoordinasi dengan Dansektor bagimana caranya bahwa dalam 10 hari, Rumah Risha ini berdiri 10 unit,dan ternyata berhasil dalam tempo waktu kurang dari 10 hari rumah Risha ini bisa berdiri lengkap dengan teras dan kamar mandinya,semangat Prajurit Kogasgabpad ini malah mengalahkan Kekuatan Sangkuriang Menurut Saya” tambah Moyor Jendral Tersebut dalam sambutannya.

Pangkogasgabpad berharap masyarakat tidak ragu lagi untuk memilih RISHA dan khusus untuk pembangunan Risha di Dusun temuan sari Desa Akar-Akar ini bisa dijadikan sebagai contoh untuk membuang fikiran-fikiran negatif tentang konstruksi bangunan Risha.”setelah melihat hasil dan proses pengerjaannya pasti masyakarat akan faham dan mengerti tentang rumah RISHA ini” tambah beliau
Mengakhiri sambutannya Mayor Jendral Madsuni meminta maaf kepada warga Pemda dan Pemdes terkait tutr sapa cara dan tingkah laku Para anggota TNI selama bertugas di Desa Akar-akar.

Setda KLU dalam sabutanya menyampaikan Salam dari BUPATI KLU terkait ketidak hadiranya dalam peresmian RIsha Di Desa Akar-Akar, Setda KLu menjelaskan BUPATI tidak berkesempatan Hadir Karena banyaknya Agenda yang Harus Bupati Hadiri.

Setda KLU mengingatkan Kembali Kejadian bencana gempa Bumi Lombok 4 bulan yang Lalu,mulai dari dampak yang Pemerintah serta Masyarakat alami dan penanganan serta bagaimana memulai pemulihan KLU kembali, terkait bantuan TNI Setda KLU mengucapkan terimakasih yang tak terhingga karena dari awal bencana Gempa Bumi Lombok TNI terus hadir mendampingi sampa ke tahap pemuliahan” Kehadiran TNI dalam membantu kami di KLU sangat kami rasakan TNI hadir di tengah-tengah kami membantu dari awal sampai ketahap pemulihan, Masyarakat yang Awalnya merasa Sendiri dalam Kesedihan namun dengan Kedatangan TNI membantu Masyarakat,Masyarakat tidak merasa sendiri lagi, Ini bukti nyata yang kami Rasakan Bahwa TNI dari Rakyat Untuk Rakyat” Ungkap Setda KLU.

Ketua POKMAS SEMERET SATU ZAENUDIN juga menambahkan bahwa Ketua Pokmas mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada Prajurit TNI krn sudah membangunkan rumah Risha Zaenudin mengungkapkan ada nilai Plus yang di dapatkan oleh POKMAS semeret satu yaitu mendapatkan tmbahan bangunan berupa kamar mandi dan teras bserukuran 1,5 Mtr,krn pada rencana awal pembangunannya sebenarnya kamar mandi teras tidak dicantumkan.

Lebih lanjut kepala Desa Akar-Akar, Akarman S.Sos dalam pesan dan kesannya, beliau juga mengukapkan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada TNI atas perjuangan,pengabdian,kerja keras selama melaksanakan tugas di Dusun Temuan sari.

Beliau juga mengungkapkan rasa kebanggan dan ras syukur karena terpilihnya Desa Akar-akar sebagai percontohan unutuk pembangunan Rumah Risha Untuk Penanggulangan Bencana gempa bumi Lombok.” KLU terdiri dari 5 Kecamatan 33 Desa kami sangat bersyukur kami bisa terpilih menjadi tempat percontohan pembangunan Rumah Risha ini tentu bentuk penghargaan terhapap kami di Desa Akar-Akar”
Beliau juga menjelaskan bagaimana perjalanan desa dalam mengawali pembentukan pokmas mulai dari turunya JUKNIS bantuan,kepatuhan terhadap pemerintah pusat dan Daerah dan melaksanakan apa yang menjadi keharusan dalam Pentunjuk tekhis dalam penanganan dampak gempa bumi Lombok. Hingga akhirnya sampai saat ini 30 Pokmas sudah Mendapatkan SK dari Desa,dan bahkan bebrapa pokmas sudah melaksankan perjanjian dengan dengan beberpa mitra untuk melaksanakan pembangunan.

Mengakhiri sambutannya Kepala desa akar-akar meminta maaf atas nama Desa kepada seluruh prajurit TNI terkait dengan tingkah laku,tutur kata dan pelayanan Pemdes serta Masyarakat selama TNI melaksanakan Tugas di Desa Akar-Akar.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, kemuadian diakhiri dengan Do’a yang di bacakan oleh salah satu tokoh ulama dari dusun temuan Sari.
(*Izz)
Sudah dilihat 18 kali

Komentar