Menjadi Cerpenis Yang Piawai

13 September 2019, 11:23 WIB
1 0 86
Gambar untuk Menjadi Cerpenis Yang Piawai
Menjadi seorang cerpenis yang piawai, tidak hanya mengandalkan bakat alam. Tetapi cerita pendek yang kita susun harus bisa berkomunikasi dengan pembaca. Seperti kutipan sederhana budayawan Umar Kayam yang acapkali dilontarkan: “Dalam menulis, kowe kuwi arep matur opo? (hendak bicara apa)”.

Ungkapan Umar Kayam itulah yang menggedor kesadaran seorang Indra Tranggono, bahwa suatu cerpen mempunyai gagasan serta ide sosial dan estetik. “Sosial berkaitan dengan dinamika masyarakat. Sementara estetik adalah symbol. Idiom yang mewujud bahasa,” jelas Indra Tranggono dalam workshop penulisan cerpen di Sanggar Jejak Imaji Kotagede, Selasa (10/9). Acara ini diikuti 50 peserta.

Indra Tranggono menambahkan, dunia penulisan cerpen pada hakikatnya adalah dunia keilmuan yang didukung cara pandang visioner, imajinasi, praktik dan teknik.

“Menulis cerpen membutuhkan kerangka berpikir yang logis, metodologi dan membutuhkan riset. Inilah yang dikatakan cerpenis tidak bias mengandalkan bakat alam saja. Tetapi terus berproses dan selalu diolah,” ujarnya.

Sementara moderator dalam workshop tersebut, Wika Wulandari mengungkapkan jika suatu cerpen adalah perekam rasa dan peristiwa.

“Sesuatu yang diarsipkan dalam bentuk cerpen, pasti akan menyentuh kesadaran pembaca dan permainan diksi yang dituturkan si penulis akan membuat si pembaca akan terbuai dan mengikuti alur,” pungkas Wika yang telah menulis buku kumpulan cerpen: Perempuan yang Disunting Gelombang (2017).

Sumber : yogyapos.com

  Komentar untuk Menjadi Cerpenis Yang Piawai

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    MENGAWAL KEBIJAKAN RESPONSIF JENDER DARI DESA

    Yani Mashudi  di  Manyar, Gresik  |  16 jam lalu
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020