Meningkatkan Peran Penting Perempuan Melalui LKD Fatayat NU

35753 medium post 44155 71266fc4 15a7 4c16 b1a4 5462a233badb 2018 10 14t20 20 30.204 07 00 35754 medium post 44155 6657175d d1b1 4c59 8b20 330fe7b42359 2018 10 14t20 20 32.071 07 00 35756 medium post 44155 f6f7a66e 22b7 4e29 ab6f 71dda92c9b53 2018 10 14t20 20 36.627 07 00 35755 medium post 44155 8ed848ef 97d0 4f57 8a36 a9bf275593fe 2018 10 14t20 20 35.494 07 00
Wonosari, atmaGo

Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Gunungkidul menyelenggarakan Latihan Kader Dasar pada tanggal 13 dan 14 oktober 2018 dengan tema “Meningkatkan Peran Penting Perempuan Ahlussunah Wal Jama’ah melalui LKD Fatayat NU Gunungkidul”. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus dan Anggota PC Fatayat NU Gunungkidul serta perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) 18 kecamatan di Kab. Gunungkidul. Menurut Ketua PC Fatayat NU Kabupaten GK, Laily Fauziah, S.Pd.I bahwa kegiatan LKD ini bertujuan untuk memahami visi dan misi organisasi Fatayat serta merealisasikan salah satu yang sudah menjadi program kerja PC Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul . Kegiatan ini juga merupakan pionir bagi LKD-LKD di PAC Kecamatan. Oleh karena itu, Ketua PAC Kecamatan dihadirkan pada kegiatan ini agar dapat meneruskan
LKD ini dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Arif Gunadi, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa seluruh badan otonom NU harus bisa bersinergi dan bekerjasama. Latihan Kader Dasar (LKD) ini bertujuan untuk membangun komitmen dalam berorganisasi. Selain itu, beliau juga berpesan bahwa semua program dan kegiatan yang disusun oleh Fatayat tidak boleh bertentangan dengan program Nahdlatul Ulama.
Pada hari pertama kemarin ada tiga materi yang dibahas, yaitu:
1. Ideologi Aswaja (NU) oleh Drs. H. Arief Gunadi, M.Pd.I
2. Analisis Sosial dan Kepemimpinan Perempuan oleh Khotimatul Husna (PW Fatayat DIY)
3. Ke-Fatayat-an dan Citra Diri Kader oleh Maryan Vitrin (PW Fatayat DIY)
4. Ke-Organisasi-an dan Bedah AD/ART oleh Diah Iskandar (PW Fatayat DIY)
Pada hari kedua ini, diawali dengan materi “Wawasan Kebangsaan”. Materi ini merupakan materi spesial karena disampaikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs. Immawan Wahyudi, M.H. Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa di dalam wawasan kebangsaan di dalamnya terdapat Nasionalisme dan Integrasi Nasional. Proses pembelajaran yang tidak komprehensif dapat menimbulkan permasalahan baru. Sebenarnya perbedaan Madhzab di Indonesia sebenarnya sudah tidak bermasalah lagi, justru masalah-masalah kecil sebagai akibat proses belajar yang tidak utuh menyebabkan perbedaan pendapat dan akhirnya menimbulkan masalah baru. Padahal sebenarnya jika semua umat mempelajari nasionalisme dengan pendekatan sosio-historis, tidak perlu terjadi perbedaan pendapat.
Menurut Beliau, mendekatkan kelompok besar harus dengan peran secara proposional. Sedangkan kelompok minoritas harus diberi perlindungan, baik dari segi etnis, agama, dsb. Seorang pemimpin harus bisa menjadi problem solving terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Kepemimpinan harus mempunyai gagasan positif yang tidak memperkeruh kondisi.
Pada akhir sesi pertama ini, Kepala Bidang Politik dan Ormas Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Gunungkidul, Arham Masduqi, S.STP menyampaikan bahwa Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik mendukung kegiatan pengkaderan seperti ini untuk meningkatkan kwalitas SDM masyarakat Gunungkidul. Kami siap menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
Sesi kedua dengan materi Amaliah Nahdliah oleh Ketua PC GP Ansor Kab.GK, Lutfi Kharis Mahfudz menyampaikan bahwa semua amaliah nahdliyah didasarkan pada hukum Islam yaitu Al Qur’an,Al hadist, Al Ijma dan Al Ijtihad.
LKD Tahun 2018 ini ditutup dengan prosesi Baiat oleh Wakil Katib Syuriyah NU Kabupaten GK Bapak Drs.H.Muh.Ilyas,M.Si. Baiat ini dimaksudkan untuk menguatkan hati dan semangat pengurus dan anggota Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.
Sudah dilihat 98 kali

Komentar