Meningkatkan Peran Penting Perempuan Melalui LKD Fatayat NU

14 October 2018, 20:09 WIB
2 0 494
Gambar untuk Meningkatkan Peran Penting Perempuan Melalui LKD Fatayat NU
Wonosari, atmaGo

Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Gunungkidul menyelenggarakan Latihan Kader Dasar pada tanggal 13 dan 14 oktober 2018 dengan tema “Meningkatkan Peran Penting Perempuan Ahlussunah Wal Jama’ah melalui LKD Fatayat NU Gunungkidul”. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus dan Anggota PC Fatayat NU Gunungkidul serta perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) 18 kecamatan di Kab. Gunungkidul. Menurut Ketua PC Fatayat NU Kabupaten GK, Laily Fauziah, S.Pd.I bahwa kegiatan LKD ini bertujuan untuk memahami visi dan misi organisasi Fatayat serta merealisasikan salah satu yang sudah menjadi program kerja PC Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul . Kegiatan ini juga merupakan pionir bagi LKD-LKD di PAC Kecamatan. Oleh karena itu, Ketua PAC Kecamatan dihadirkan pada kegiatan ini agar dapat meneruskan
LKD ini dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Arif Gunadi, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa seluruh badan otonom NU harus bisa bersinergi dan bekerjasama. Latihan Kader Dasar (LKD) ini bertujuan untuk membangun komitmen dalam berorganisasi. Selain itu, beliau juga berpesan bahwa semua program dan kegiatan yang disusun oleh Fatayat tidak boleh bertentangan dengan program Nahdlatul Ulama.
Pada hari pertama kemarin ada tiga materi yang dibahas, yaitu:
1. Ideologi Aswaja (NU) oleh Drs. H. Arief Gunadi, M.Pd.I
2. Analisis Sosial dan Kepemimpinan Perempuan oleh Khotimatul Husna (PW Fatayat DIY)
3. Ke-Fatayat-an dan Citra Diri Kader oleh Maryan Vitrin (PW Fatayat DIY)
4. Ke-Organisasi-an dan Bedah AD/ART oleh Diah Iskandar (PW Fatayat DIY)
Pada hari kedua ini, diawali dengan materi “Wawasan Kebangsaan”. Materi ini merupakan materi spesial karena disampaikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs. Immawan Wahyudi, M.H. Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa di dalam wawasan kebangsaan di dalamnya terdapat Nasionalisme dan Integrasi Nasional. Proses pembelajaran yang tidak komprehensif dapat menimbulkan permasalahan baru. Sebenarnya perbedaan Madhzab di Indonesia sebenarnya sudah tidak bermasalah lagi, justru masalah-masalah kecil sebagai akibat proses belajar yang tidak utuh menyebabkan perbedaan pendapat dan akhirnya menimbulkan masalah baru. Padahal sebenarnya jika semua umat mempelajari nasionalisme dengan pendekatan sosio-historis, tidak perlu terjadi perbedaan pendapat.
Menurut Beliau, mendekatkan kelompok besar harus dengan peran secara proposional. Sedangkan kelompok minoritas harus diberi perlindungan, baik dari segi etnis, agama, dsb. Seorang pemimpin harus bisa menjadi problem solving terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Kepemimpinan harus mempunyai gagasan positif yang tidak memperkeruh kondisi.
Pada akhir sesi pertama ini, Kepala Bidang Politik dan Ormas Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Gunungkidul, Arham Masduqi, S.STP menyampaikan bahwa Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik mendukung kegiatan pengkaderan seperti ini untuk meningkatkan kwalitas SDM masyarakat Gunungkidul. Kami siap menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
Sesi kedua dengan materi Amaliah Nahdliah oleh Ketua PC GP Ansor Kab.GK, Lutfi Kharis Mahfudz menyampaikan bahwa semua amaliah nahdliyah didasarkan pada hukum Islam yaitu Al Qur’an,Al hadist, Al Ijma dan Al Ijtihad.
LKD Tahun 2018 ini ditutup dengan prosesi Baiat oleh Wakil Katib Syuriyah NU Kabupaten GK Bapak Drs.H.Muh.Ilyas,M.Si. Baiat ini dimaksudkan untuk menguatkan hati dan semangat pengurus dan anggota Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.

  Komentar untuk Meningkatkan Peran Penting Perempuan Melalui LKD Fatayat NU

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!