Mengunjungi Para Pengungsi Korban Tanah Gerak Di Kabupaten Semarang

Ee7b05cc c47a 442e 8e58 2c4b61f7ede2 169
Sudah sekitar 23 hari, sebanyak 33 jiwa warga Dusun Bendo, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, tinggal di pengungsian. Mereka mengungsi bersama-sama di rumah tetangganya karena rumah mereka terancam ambruk karena tanah gerak.

Warga dari 12 KK ini mengungsi sejak Selasa (9/1) lalu karena tanah tempat bangunan rumah mereka bergerak. Kemudian mereka memilih mengungsi di rumah warga lain yang aman, yakni rumah Muriam (60) dan Suyi (40).

Ruang tamu di rumah Muriam misalnya, digelar beberapa kasur para pengungsi. Sedangkan di teras rumah, terdapat sejumlah perabotan rumah tangga milik pengugsi seperti meja, kursi, bahkan kulkas. Siang hari mereka beraktivitas di ladang atau bekerja di perkebunan milik PTPN, sedangkan malam hari akan kembali ke rumah tersebut.

"Sejak tanggal 9 Januari lalu, sampai sekarang kami belum pernah pulang. Siang pun kalau turun hujan berkumpul di sini. Satu kasur ini, milik satu keluarga," kata Suprihati (27), yang tinggal di pengungsian bersama suami dan kedua putrinya.

Pengungsi lainnya, Hendro Pujiyanto (28), menambahkan jika turun hujan semakin mengkhawatirkan rumah mereka. Untuk itu, seluruh barang perabotan dan ternak telah dibawa ke lokasi pengungsian. "Kami kalau pagi kembali ke rumah sekadar mematikan lampu, terus beraktivitas seperti biasa bekerja," ujar dia.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, mengatakan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, disebutkan tanah longsor yang terjadi di kawasan itu merupakan tipe longsoran rayapan.

"Rekahan yang berkembang di daerah ini merupakan calon mahkota longsor. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kemudian warga diungsikan di tempat yang aman sambil menunggu relokasi," katanya.

Mengunjungi Para Pengungsi Korban Tanah Retak di Semarang Perabot rumah tangga milik pengungsi
Selama berada di pengungsian, kebutuhan makan mereka dikirimi dari BPBD setempat. Diantara yang dikirimkan adalah beras, mi instan, kopi, gula dan air mineral.
Sumber : Detik.com

Komentar