Menggugat Penelitian Tindakan Kelas, Part 1

62244 medium post 67560 c5561c2f 737e 4df2 ba0a 0a0c7e1c92d4 2019 05 26t23 00 55.319 08 00
Menggugat Penelitian Tindakan Kelas

PTK adalah penelitian yang wajib dikuasai, setidaknya dimengerti oleh setiap guru. Dalam penelitian PTK, tujuan utamanya adalah untuk menemukan dan menyelesaikan masalah pembelajaran.

Jika hasil belajar rendah, maka peneliti bertugas mencari penyebab hasil belajar rendah, merumuskan metode penyelesaian masalah melalui model ataupun pendekatan belajar tertentu dan menerapkannya pada siswa yang hasil belajar nya rendah. Harapannya, model ataupun pendekatan pembelajaran tersebut menjadi solusi peningkatan hasil belajar.

Contoh sederhana yang sering digunakan untuk menggambarkan penelitian PTK adalah dengan menggunakan kiasan penyakit dan obat.

Penyakit diibaratkan sebagai hasil belajar siswa yang rendah. Penyakit ini akan diobati dengan obat berupa model ataupun pendekatan pembelajaran tertentu.

Maka, pendeteksian penyakit yang benar, pemberian obat yang tepat dengan dosis yang benar diharapkan dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

***

Ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk didiskusikan terkait penelitian PTK. Pertama, kenapa dalam setiap penerapan model ataupun pendekatan untuk meningkatkan hasil belajar, mahasiswa/peneliti selalu berhasil?

Coba cek skripsi anak FKIP itu. Dari nilai 4 bisa jadi 8 pada skala 10. Dari kelulusan 40%, pasca penelitian menjadi 80%. Bukankah ini aneh?

Peneliti muda bau kencur itu seakan-akan seperti dokter senior yang setiap memberikan obat pada pasien, maka obatnya pasti manjur, paten.

Dokter senior (guru di sekolah) seakan-akan adalah dokter bodoh yang melakukan malpraktik dan tak tau obat apa yang tepat menyembuhkan sakit anak didiknya. Yang jago dan pakar ya itu, peneliti muda yang tiba-tiba ahli mendiagnosis penyakit, merumuskan obatnya, dan ahli memberikan dosis dan takaran yang tepat.

Keahlian mereka mengalahkan keahlian guru-guru di sekolah yang hampir setiap hari berhadapan dengan pasien/siswa, dan melakukan pengobatan setiap hari.

Olehnya saya berkesimpulan, penelitian PTK yang ujug-ujug berhasil dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam waktu 2 kali pertemuan adalah penghinaan terhadap guru mata pelajaran di sekolah.

sumber : Ramadhani
Sudah dilihat 32 kali

Komentar