Mengenal Sejarah Karo di Museum Pusaka Karo

48238 medium post 54821 e460144b 7066 47cf 9b91 7885d3570ef4 2019 01 30t12 08 26.187 07 00 48240 medium post 54821 6b6ce2af 4a2a 415d 97d4 014760a1389e 2019 01 30t12 08 30.372 07 00 48239 medium post 54821 bdc0cfbe bba8 4cf5 a75e 2ed36c887a68 2019 01 30t12 08 28.615 07 00 48294 medium post 54821 512ba0cc ee4c 4a58 bfca 615ef34c17cc 2019 01 30t14 40 23.761 07 00 48295 medium post 54821 2effa9bc 819b 42cd 8242 bc22029bfde4 2019 01 30t14 40 25.092 07 00
Museum pusaka karo adalah kumpulan dari beberapa koleksi benda-benda pada zaman dahulu milik puluhan warga yang dipinjamkan kepada museum untuk dipajang atau dipamerkan. Salah satu benda tersebut yakni Padung-Padung (Anting-anting perempuan Karo pada zaman dulu yang beratnya mencapai satu hingga satu setengah kilogram) dan Pustaka Lak-Lak (kitab aksara Karo yang ditulis di kulit kayu. Biasa digunakan Guru Si Baso/dukun dalam ritual pengobatan) dan menjadi koleksi tertua Museum Pusaka Karo yang diperkirakan usianya lebih dari 200 tahun.

Museum pusaka karo berada di tengah Kota Berastagi. Museum pusaka karo berdiri sejak tahun 2010 dan didirikan oleh Pastor Leo Joosten Ginting.

Parawisatawan, yang berkunjung baik dari dalam maupun luar negeri belum mengenal lebih dalam tentang adat istiadat dan budaya karo, sehingga masyarakat karo bekerjasama dengan Pemerintahan Daerah untuk mensosialisasikan museum pusaka karo.
Sudah dilihat 66 kali

Komentar

  • Missing avatar

    Semoga masyarakat Karo selalu peduli untuk melestarikan budaya barang barang peninggalan yg bersejarah sebagai aset Daerah....