Mengembangkan Kreatifitas dan Kesadaran dengan Pendidikan Lingkungan

32195 medium mgsf
Sejumlah Sekolah Dasar (SD) berlomba untuk menampilkan yang terbaik saat penjurian Green School Festival (GSF) 2018. Salah satunya, SDN Kotalama 1 (Tamasa). Tim juri 3 di sambut riuh siswa dengan meriah.

Siswa dan wali siswa mendaur ulang bahan bekas untuk menciptakan kreasi. Sampah itu selain untuk kreasi kerajinan tangan juga dimanfaatkan sebagi pupuk kompos. Mengingat, sampah yang terkumpul sangat beragam. Dari dedaun sampai sampah plastik.

“Anak-anak biasanya bikin kalau sedang tak ada pelajaran. Atau ketika pelajaran terkait. Seperti ekskul lingkungan,” ujar Kun Arijono, Ketua koordinator GSF.

Dalam keikutsertaan Tamasa yang keempat. Kun pun sadar ada banyak pola perilaku yang berubah. Tak hanya siswa, bahkan wali siswa.

Menariknya, di sekolah ini juga ada 2 buah permainan ular tangga raksasa. Berukuran 5×5 meter, game ini berisi kalimat tentang isu lingkungan. Termasuk penghijauan dan sampah.

Menurutnya, ini sebagai media pembelajaran baru bagi siswa yang menarik dan lebih efektif.
Sudah dilihat 18 kali

Komentar