MENGEJUTKAN! TERNYATA INI BAHAYA AYAM BROILER UNTUK KESEHATAN

Header illustration
Salah satu jenis unggas yang populer untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah ayam broiler. Namun ternyata, bahaya ayam broiler bagi kesehatan cukup mengejutkan.

Ayam di pasaran, termasuk ayam broiler, kemungkinan mengandung bakteri yang bisa menyebabkan penyakit. Sebuah penelitian mengenai kelayakan daging ayam yang beredar di pasaran menemukan setidaknya ada enam jenis bakteri dalam ayam broiler antara lain Salmonella, Campylobacter, E. coli, Klebsiella pneumonia, Pseudomonas, dan Staphylococcus aureus.

Berikut ini bahaya ayam broiler yang sudah terkontaminasi bakteri.

Infeksi Salmonella
Infeksi bakteri Salmonella terjadi di dalam usus manusia. Beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan demam tifoid. Biasanya, penularan penyakit ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, termasuk daging ayam broiler yang sudah terkontaminasi.

Infeksi Campylobacter
Infeksi bakteri Campylobacter terjadi pada saluran pencernaan. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang sudah terkontaminasi, misalnya daging ayam dan sapi yang tidak diolah dengan baik. Seorang yang terkena infeksi Campylobacter akan mengalami gejala berupa diare berdarah, demam, sakit perut, dan muntah.

Keracunan makanan
Bakteri E. coli merupakan salah satu bakteri yang bisa menyebabkan seseorang mengalami keracunan makanan. Penyebaran bakteri E. coli ini biasanya melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi, termasuk daging ayam.

Hingga saat ini, peternakan ayam broiler telah memakai obat antibiotik guna mengurangi kontaminasi bakteri-bakteri tersebut. Namun, sebagian bakteri yang ditemukan di daging ayam broiler sudah kebal terhadap antibiotik.

Mengingat potensi ayam broiler yang membahayakan bagi kesehatan manusia, pemakaian antibiotik pada ayam broiler mulai dibatasi, bahkan dilarang di negara-negara tertentu. Namun, pemberian vaksin pada hewan masih diperkenankan asalkan sesuai dengan resep dari dokter hewan. Selain itu, peningkatan kualitas kandang, baik dari segi kebersihan juga harus dilakukan guna meminimalkan penyebaran bakteri.
Selain risiko kontaminasi bakteri, bahaya ayam broiler jika terlalu sering dikonsumsi juga diakibatkan oleh kandungan kolestrol dan lemak jenuh di dalamnya, terutama pada bagian kulit ayam. Untuk menyiasatinya, konsumsilah daging ayam tanpa lemak, dan pilih cara mengolah yang lebih sehat seperti direbus, dikukus, dipanggang tanpa minyak, atau dimasak menjadi sup.
Sudah dilihat 12 kali

Komentar