Mengejutkan! Bocah pengamen kecanduan lem

12558 medium img 20170519 wa0003
Foto sebelah kiri itu gw ambil tahun lalu. Saat itu gw dikagetkan oleh seorang anak yang terkapar di tengah jalan, hampir gw lindas. Gw buru-buru turun dari motor, lalu menariknya ke pinggir trotoar, lalu lintas pun sempat dibuat macet. Pengendara lainnya otomatis berhenti. Anak ini dikerumuni, jadi tontonan. Pikir kami, mungkin dia korban tabrak lari.

Belum sempat dibawa ke rumah sakit, tiba-tiba dia cengengesan dengan mata tetap tertutup. Setelah diteliti, eh buset.. ternyata dia mabok lem. “Sudah, pak. Tinggalkan saja di situ, sebentar juga bangun sendiri. Sudah biasa dia seperti itu” kata seorang warga. Anak ini ternyata satu dari sekian banyak anak jalanan yang sering meresahkan di lampu merah. Kadang berkumpul mabok lem lalu ngemis atau membersihkan kaca mobil orang dengan maksa. Sudah sering dirazia, tapi tetap saja kembali ke jalan.

Saat itu, setelah memindahkan ke trotoar yang lebih aman, gw kembali melanjutkan perjalanan. Sempat terbersit niat ingin menjitaknya terlebih dulu, secara sudah dibuat dongkol, buang waktu gw saja. Tapi kembali lagi gw kasian, gimana kira-kira kalo ponakan atau ada keluarga yg seperti itu.

Nah, foto di sebelahnya itu gw jepret kemarin. Gak sengaja ketemu anak ini lagi, gw masih hapal mukanya. Kali ini gw sontak dibuat terharu. Dia sedang mengatur sandal-sandal jamaah di pelataran masjid. Masyaallah.. ada perasaan nyesek. Menyesal rasanya pernah ingin menjitaknya. Setahun ternyata waktu yang cukup mengubah seseorang. Entah dapat hidayah, atau lingkungan pergaulan yang mengubahnya, gw juga gak ngerti.

Gw sempat dibuat gak khusyu sholat karena memikirkannya. Setelah keluar masjid, gw langsung menemuinya, lalu duduk di sampingnya dan merangkul pundaknya. Gw merofoh dompet, rencana mau sedekah. Ia memang mengadahkan tangan pada setiap jamaah, minta upah alakadarnya. Tapi sebelum ngasih duit, gw tanya-tanya terlebih dulu. “Uangmu ini nantinya untuk apa?” dia diam gak menjawab.
“Mau beli makanan ya?” dia tetap diam. Gw kemudian iseng bertanya “atau mau dipake beli lem? Hehe..”
Gak gw duga dia mengangguk. Oalaaaah... gak jadi gw kasih duit.
Ini namanya twist ending. Gagal jadi tulisan motivasi deh..

Pesan moral: jangan cepat ngambil kesimpulan.
Sudah dilihat 88 kali

Komentar