Menerobos yang tersembunyi, menepis berbagai ancaman teror

25 December 2019, 23:35 WIB
5 0 148
Gambar untuk Menerobos yang tersembunyi, menepis berbagai ancaman teror
"Menerobos yang tersembunyi, menepis berbagai ancaman teror"

(Ketika Dana Desa sampalowo 2018, dan BUMDES 2019 desa koromatantu diduga "keluar jalur" dan digunakan untuk kepentingan tertentu)

Penulis: Heandly Mangkali Tomaringku
*Ketua Komunitas Penulis Kreatif Sulawesi Tengah
*Jurnalis Media Online Portal Sulawesi

Alokasi dana desa yang didalamnya dapat include juga alokasi Dana BUMDES, adalah alokasi dana untuk desa yang bersumber dari APBN dan diperuntukan untuk semua desa sasaran.

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi merilis ada sekitar 35 ribu BUMDES di seluruh Indonesia. Jumlah ini mencapai 3 kali lipat dari target kementrian yang mematok 5000 BUMDES sebagai target.

Harapan bahwa setiap tahapan pengelolaan dana desa dan BUMDES akan menjadi kekuatan ekonomi raksasa Indonesia tentu tidaklah mudah..Mengingat setiap desa mempunyai ciri khasnya, kearifan lokal yang berbeda dalam hal mengelolah usaha milik desa. Bahkan pola alokasi anggaran yang cukup besar dimasing masing desa, telah memindahkan konsep korupsi dari pusat turun kedesa. Apalagi ketika para pelaku yang mengelolah BUMDES mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompoknya saja.

Bahkan ada sejumlah aparatur Desa, mulai dari kepala desa dan pelaku program yang diseret sampai ke proses hukum, karna terlibat dengan penyelewengan dana desa. Tetapi hal tersebut tidak membuat jera para pelaku yang lain, bahkan sejumlah masyarakat terus memberikan informasi dugaan penyelewengan dana desa, dana alokasi BUMDES didesa mereka dengan berbagai macam model yang lagi lagi melibatkan aparat desa dan pelaku program sendiri.

Konsep petunjuk tehnis proses perencanaan, pengelolaan sampai pelaksanaan program jelas sekali. Bahkan hadirnya pendamping ikut mengawal program menjadi kepastian bahwa program yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Pada tulisan kali ini saya menyajikan dua kasus yang menarik untuk ditelusuri oleh pemeriksa, baik inspektorat dan penyidik dari kepolisian. Persoalan alokasi dana desa sampalowo 2018 yg sementara disidik dan pengelolaan BUMDES koromatantu 2019 yg diduga bermasalah, kasus dua desa di kabupaten Morowali Utara diduga "keluar jalur" dan tidak sesuai peruntukannya.

Pada kasus alokasi dana desa sampalowo sudah sampai ke aparat kepolisian atas permintaan BPD untuk mendalami temuan inspektorat, tentang penyelewengan dana yang mencapai 200 juta oleh oknum bendahara pada ADD 2018. Desas desus bahwa ada sejumlah pinjaman yang melibatkan pemerintah desa dalam hal ini kepala desa sampalowo, tentu perlu pembuktian dan harapan masyarakat bahwa kasus ini segera menemui titik terang dengan adanya pihak yang bertanggung jawab.

Hal yang menggelitik adalah kasus BUMDES 2019 didesa koromatantu, yang diduga ada sejumlah uang yang mencapai hampir 30 juta berdasarkan catatan bendahara, yang tidak jelas pertanggung jawabannya dan ada dugaan keterlibatan ketua BUMDES 2019, berdasarkan kuitansi bukti yang diberikan bendahara.

Bahkan ketika saya terus menggali persoalan ini dengan mengunjungi lokasi dan berkoordinasi kepada bendahara, kemudian kembali dan melakukan konfirmasi kepada ketua BUMDES, sejumlah pihak melakukan teror ancaman melalui inbox dan WA. Bahkan ketua BUMDES yg pada percakapan WA awal telah mengakui penggunaan dana dan terscreen, malam ini mengirimkan sejumlah pesan ancaman. Ancaman yang saya terima, dan bagi saya sangat menarik, untuk terus menggali masalah ini diantaranya...

" Sempit hidupmu"
" Kau akan bakecap kalau lewat"

Tentu ancaman yang diberikan seseorang secara psikologi, ketika orang itu merasa dirinya terusik atas setiap upaya kami mendalami laporan bendahara, dan pernyataan salah satu pendamping yg mengisyaratkan ada yg tidak beres dalam pengelolaan bumdes.
Pepatah mengatakan "

"Sendal jepit kaos bolong
Ketua terjepit karna bohong"

Apapun upaya yang dilakukan oleh ketua bumdes 2019 tidak dapat mengaburkan intisari persoalan dugaan dana BUMDES "keluar jalur" dan pihak terkait perlu sama sama mendalami dugaan ini, karna disana ada APBN yang harusnya dimanfaatkan bagi orang banyak dan untuk kemajuan ekonomi desa. Kami akan mendorong semua pihak, dan melaporkan segala bentuk penyimpangan dan ancaman.

Kepada YTH,

1. Inspektorat Morowali Utara kami harapkan merespon dugaan penyelewengan BUMDES 2019 koromatantu.
2. Rekan rekan jurnalis untuk sama sama mengawal ini.

  Komentar untuk Menerobos yang tersembunyi, menepis berbagai ancaman teror

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  3. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020
  4. Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    THE COLOURFULL RAJUMAS

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    Merdeka Mengajar Bukan Berarti Semau Gue.

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020