Menelisik Sisi Lain Dari Pertarungan Presean

18 January 2020, 01:11 WIB
3 0 244
Gambar untuk Menelisik Sisi Lain Dari Pertarungan Presean
Suku Sasak memiliki beraneka ragam budaya. Salah satu diantaranya adalah Peresean. Presean merupakan permainan adu ketangkasan dengan menggunakan pemukul berupa tongkat rotan (Penjalin) dan sebuah perisai berbentuk persegi panjang dan terbuat dari kulit kerbau (Ende). Peresean dimainkan oleh dua orang laki-laki sebagai petarung (pepadu), kemudian permainan ini dipimpin oleh dua orang pekembar (wasit), yakni pekembar tengah atau wasit tengah yang memimpin pertandingan ditengah arena pertandingan sedangkan pekembar sedi atau wasit pinggir tugasnya membantu wasit tengah untuk mengawasi jalannya pertandingan dari luar arena.

Selama pertandingan presean berlangsung para petarung saling serang menggunakan tongkat rotan dan saling menangkis menggunakan perisai (ende). Keberanian, ketangguhan, dan ketangkasan petarung akan terus di uji selama upacara peresean ini berlangsung.

Pada zaman dulu pertandingan peresean biasanya diadakan pada musim kemarau untuk memohon hujan. Pertarungan ini juga dikenal sebagai ritual memohon hujan ditengah terik musim kemarau yang berkepanjangan. Masyarakat suku Sasak percaya semakin banyak petarung yang mengeluarkan darah dalam pertarungan peresean, maka hujan pun akan segera turun dengan derasnya.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, Peresean tidak lagi diadakan hanya pada musim kemarau. Kini Peresean kerap diadakan pada perayaan adat ataupun untuk menyambut hari besar nasional seperti ulang tahun kemerdekaan. Selain itu juga peresean ini mengandung nilai-nilai seperti bagaimana seorang pemuda suku Sasak mampu menjaga harga dirinya karena ajang peresean merupakan tempat untuk para pemuda suku Sasak yang memiliki ketangguhan, ketangkasan dan keberanian yang sangat tinggi di hadapan penonton.

Dengan di saksikan masyarakat umum , maka petarung sangatlah di tuntut untuk bertarung secara sportif, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk dan curang. Dengan demikian maka para petrung tersebut akan di pandang oleh masyarakat Sasak sebagai petarung yang punya kemampuan , keberanian dan harga diri.

Hal lain yang menarik dan unik dalam permainan ini misalnya; sebelum bertarung, para pepadu atau petarung sama sekali tidak memiliki persiapan dan tidak mengetahui siapa yang akan menjadi calon lawan tarungnya. Lagi pula selama proses pertandingan presean diiringi oleh alunan musik tradisional khas suku Sasak untuk membakar semangat tarung dari kedua pepadu atau petarung.

Petarungan dilaksanakan dalam 3 ronde. Disetiap ronde para petarung dilerai oleh pekembar tengah (wasit tengah) untuk diberikan istirahat bebarapa menit, namun kesempatan itu dimanfaatkan oleh para pepadu untuk menari mengikuti alunan musik tradisional dengan tujuan untuk menyemangati diri dari petarung itu sendiri dan untuk men-shy war atau mempropokasi musuh agar emosinya naik. Menurut kenyakinan bahwa orang yang emosi dalam bertanding akan cepat kalah karena petarung akan didasari oleh emosi ketimbang akal.

Meskipun peresean dikenal sebagai salah satu permainan yang sangat keras dimana tidak jarang petarung mengeluarkan darah ataupun luka akibat pukulan rotan (penjalin ) namun sisi lain dari permainan presean yang patut dicontoh adalah nilai-nilai kesabaran, rendah hati, dan saling menghormati serta sangat menjunjung tinggi sportifitas. Setiap selesai pertarungan, para petarung saling berpelukan dan saling memaafkan seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka sebelumnya.

  Komentar untuk Menelisik Sisi Lain Dari Pertarungan Presean

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  3. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  4. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020