Menelisik Pendidikan Generasi Z

20 September 2019, 23:54 WIB
1 0 76
Gambar untuk Menelisik Pendidikan Generasi Z
Menurut para pakar pembagian generasi pada beberapa kelompok generasi diantaranya : generasi Baby Boomers (lahir 1946-1964), generasi X (lahir 1965-1980) dan Y (lahir 1981-1995) dan terakhir Generasi Z yaitu generasi terkini yang lahir sesudah tahun 1994 dan sebelum tahun 2010, atau ada pakar lain berpendapat bahwa Generasi Z adalah generasi yang  lahir antara 1994 dan 2004. Ciri yang dimiliki oleh anak-anak generasi Z antara lain memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodasi informasi sehingga mereka mendapatkan kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya. Beberapa ahli menamakan generasi Z sebagai generasi digital, ada pula yang memberikan terminologi lain, seperti net generation, naturally gadget generation, platinum generation, dan silent generation.
Anak-anak Generasi Z inilah yang akan kita “panen” pada tahun 2030-an, dimana menurut ramalan McKinsey, bahwa pada tahun itu Indonesia akan menempati posisi ke-7 ekonomi dunia, mengalahkan Jerman dan Inggris. Pertanyaannya kemudian adalah, proses pembelajaran yang bagaimanakah yang cocok untuk generasi Z ini? Dan upaya-upaya apakah yang harus dilakukan guru agar mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang tepat?.
Mendampingi anak-anak generasi Z belajar akan menjadi sebuah hal yang sulit jika para guru masih menerapkan metode pendidikan masa lalu, dimana lebih menekankan anak untuk duduk manis mendengar gurunya dan merangkum atau menuliskan tumpukan PR-PR di dalam buku tulisnya. Hal tersebut dikarenakan anak-anak generasi Z mempunyai konsep berpikir yang berbeda. Lingkungan yang mereka dapati bukan hanya pada alam nyata, tetapi juga alam maya. Mereka juga bersosialisasi secara virtual dan nyata, mereka menggali dan mendapatkan informasi dengan cepat dan aktual. Dan mereka dengan sangat senang mengambil semua yang mereka anggap menyenangkan ke dalam kehidupan mereka.
Kehadiran portal-portal pendidikan, pembelajaran berbasis IT, konten-konten pada handphone yang semakin marak bermunculan, membuat interaksi antara guru dan peserta didik dan juga akses pendidikan dapat dilakukan secara mudah. Disini peran guru dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi menjadi sangat penting dan mendesak untuk memberikan layanan yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh anak-anak generasi Z ini.
Sebuah peribahasa usang namun memiliki makna dalam, ungkapan tersebut adalah “Tak kenal maka tak sayang”,. Artinya pengetahuan guru tentang pengenalan karakteristik dan kebutuhan anak didik merupakan sebuah keniscayaan. Dengan mengenal karakteristik dan kebutuhan peserta didik setidaknya dapat membantu para guru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi anak-anak generasi Z. Inovasi didalam mengajar mutlak diperlukan, metode penyampaian materi, media pembelajaran yang digunakan dan bahkan sikap dan perlakuan secara psikologis terhadap murid juga harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak generasi Z.
Dengan demikian pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (competency) para guru harus selalu diperbaharui (di-update) lebih-lebih para guru sebagai pekerja pengetahuan (Knoledge worker) harus terus belajar dan belajar sesuai dengan perkembangan kebutuhan di era Generasi Z. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Syafi’i mantan Kepala kantor dikpora provinsi Nusa Tenggara Barat pada sebuah koran lokal. Beliau mengatakan “ Untuk meghadapi era globalisasi, maka para guru harus mampu menguasai Teknologi informasi (IT) dan Bahasa asing.
Ini berarti bahwa untuk mendukung tugas dan fungsi  para guru di era Generasi Z, mereka (Guru) diharuskan minimal mampu menguasai dua kompetensi tersebut, atau para guru harus mampu merencanakan dan merancang bangun medel-model pembelajaran berbasis informasi dan teknologi (IT). Kalau tidak, maka para guru akan mengalami kesulitan dan keprustasian dalam melayani gaya belajar dan kebutuhan anak-anak Generasi Z.

  Komentar untuk Menelisik Pendidikan Generasi Z

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. Jaga Jarak Selama Pandemi Lebaran Tetap Bisa Silaturahmi

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pondok Melati, Bekasi Kota  |  24 May 2020
  3. Viral Video Anak Merokok, Yayasan Lentera Anak : Pelanggaran Peraturan Dan Hak Anak

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Jagakarsa, Jakarta Selatan  |  28 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. 4
    Komentar

    SENIMAN DELES KEMIREN, PENCIPTA TARI LUNDOYO

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  25 May 2020
  3. 3
    Komentar

    Aceh Sukses Putus Rantai Penyebaran COVID

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  28 May 2020
  4. 2
    Komentar

    Kenali Panduan New Normal Perusahaan Saat PSBB

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cibitung, Bekasi Kabupaten  |  27 May 2020