Mendampingi Anak Belajar di Rumah: Nilai Bukan Segalanya

16 September 2020, 21:25 WIB
2 0 70
Gambar untuk Mendampingi Anak Belajar di Rumah: Nilai Bukan Segalanya
Kasus ibu membunuh anak karena tak sabaran mengajari anak di rumah akhir-akhir ini sungguh menghentak. Slogan “ibu berhak bahagia” memang niscaya, bahkan harus diupayakan atas kesadaran si ibu sendiri.

Kesadaran tak datang begitu saja. Banyak belajar dan mencari referensi menjadi bagian dari perjalanan menuju bahagia sebab tak mudah bangi sebagian orang untuk mengusahakan bahagia.

Warisan pola pendidikan sejak zaman dulu begitu mengungkung, bahwa nilai adalah segalanya. Bahwa anak cerdas itu hanya yang nilai-nilai pelajarannya di sekolah bagus. Saya berasal dari zaman itu, ketika anak dengan prestasi juara di kelas menjadi anak yang begitu dibanggakan dan diimpikan seluruh orang tua di Indonesia.

Maka belajar dari pengalaman, saya tak mau menerapkan hal tersebut kepada ketiga anak saya.
Pengalaman hidup hampir separuh baya ini menunjukkan kepada saya bahkan nilai-nilai di sekolah dulu bukan segalanya. Sekian kali memperoleh nilai bagus di sekolah dulu, tidak lantas menjadi segalanya sekarang ini bagi saya.

Alhamdulillah, saya belajar bahwa kecerdasan itu banyak jenisnya. Apa yang kita pelajari di sekolah hanya mewakili sedikit dari jenis kecerdasan itu – kecerdasan matematika, kecerdasan berbahasa, dan kecerdasan ruang spasial.

Sementara kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional-spiritual, kecerdasan "bertahan hidup", dan sebagainya tidak diukur dan tidak bisa diukur dalam pola pendidikan kita.

Sesungguhnya pula, anak-anak kita tak bisa diwakili dengan angka-angka karena tiap anak itu unik. Mereka mungkin punya kekurangan di satu bidang tapi di sisi lain, mereka punya kelebihan yang tak kita miliki, bahkan takkan sanggup kita samai meskipun kita “lebih banyak makan asam garam dibanding mereka”.

Saya punya pengalaman dengan anak-anak saya sendiri. Setiap dari mereka punya kelebihan yang saya tidak pernah bisa memilikinya. Saat melihat ini, saya hanya bisa bersyukur dan mengagumi ciptaan Allah. Allah Maha Adil.

Meski kemampuan matematika mereka tak sebagus kemampuan matematika saya dan ayahnya dulu (kami lulusan Fakultas Teknik universitas negeri di kota kami dan punya pengalaman belajar matematika yang cukup bagus), untuk banyak hal, mereka jauh lebih unggul daripada kami.

Coba deh, amati anak-anak kita. Kategorikan apa saja kelebihan mereka. Saya yakin, kita semua akan menemukan banyak hal yang tidak terduga, yang mana kita sendiri tak bisa mencapainya. Nah, saya sepenuhnya menyadari, untuk kelebihan-kelebihan itulah saya dan ayahnya harus memotivasi dan mengakomodir mereka semaksimal mungkin walaupun keterbatasan juga mengelilingi kami.

Sekali lagi, setiap anak unik dan mereka akan punya dunia sendiri yang sangat mungkin dunia itu tidak bisa kita bayangkan saat ini. Kita hanya bisa mengantar mereka menuju gerbang dunia mereka nanti, di masa depan. Pastinya, nilai di sekolah bukanlah segalanya.

Sumber gambar Pixabay.com.

  Komentar untuk Mendampingi Anak Belajar di Rumah: Nilai Bukan Segalanya

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa DKI Jakarta Tahun 2020

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Penjaringan, Jakarta Utara  |  14 Sep 2020
  2. Warung Digital Wirogunan "www.klarisan.com" tempat jualan online Warga Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  3. Mimpi Kampung Dukuh Mengawali Masterplan di Kelurahan Gedongkiwo

    Abdul Razaq  di  Mantrijeron, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  4. Mapping Potensi Kampung Nyutran mengawali Masterplan Kelurahan Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 14
    Komentar

    Di Serbu Dokter-Dokter

    Indra Suryanto  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  13 Sep 2020
  2. 5
    Komentar

    Mimpi Kampung Dukuh Mengawali Masterplan di Kelurahan Gedongkiwo

    Abdul Razaq  di  Mantrijeron, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  3. 2
    Komentar

    Selesaikan Segmen Batas Desa Bermasalah, TPPBD Lutra Matangkan Agenda Ground Check

    Perkumpulan Wallacea  di  Wara, Palopo  |  12 Sep 2020
  4. 1
    Komentar

    Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  16 jam lalu