Mencicipi Kopi Pasir dan 'Kopi Celup' ala Mao Kopi di Big Bang Jakarta 2018

warga di sekitar Anda di Kemayoran, Jakarta Pusat
44335 medium post 51176 593817d1 aac0 4171 9f69 21955dd7aaa3 2018 12 29t12 11 33.886 07 00 44336 medium post 51176 bc472e2c f991 4849 8124 56d1038ff0c9 2018 12 29t12 11 35.706 07 00
Assalamualaikum Atmaguys. Akhir tahun memang menjadi moment yang tepat untuk berlibur dan mengunjungi festival musik maupun festival makanan yang bertebaran di tiap daerah. Salah satu festival yang sedang ramai di Jakarta adalah Festival Big Bang Youth Jakarta 2018, festival ini dihiasi dengan berbagai rangkaian acara mulai dari banjir diskon perlengkapan rumah tangga, make up, travel fair, festival makanan pedas, juga panggung musik yang dimeriahkan beberapa penyanyi terkenal seperti RAN.
Festival ini digelar dari tanggal 21 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019. Atmaguys bisa berkunjung dan menikmati rangkaian acaranya mulai pukul 12 siang sampai 12 malam. Dengan harga tiket masuk 30 ribu rupiah pada hari biasa dan 50 ribu rupiah khusus tanggal 31 Desember.
Kebetulan ketika saya sedang berkeliling di festival jajanan dan minuman, saya menemukan satu barisan booth yang menyediakan berbagai minuman olahan dari biji kopi. Tapi dari sekian banyak booth yang ada, saya tertarik dengan booth yang bertuliskan "Mao Kopi, Kopi Pasir dan Cheese Kopi". Disana mereka menjual minuman kopi yang diolah dengan pasir. Iya pasir, kalian gak salah baca. Ada juga perpaduan kopi dengan keju yang dinamakan Cheese Kopi.
Kebetulan saya yang penikmat kopi ini langsung tergelitik ingin mencoba, tapi kesulitan memilih kopi apa yang tepat untuk saya minum saat itu, karena saya tidak suka keju dan manis yang berlebihan. Dengan bantuan mas Adul sang barista, ia menyarankan saya mencoba Es Kopi Pasir Rempah dan Kopi Pasir Susu untuk teman saya.
Kita juga dipersilahkan melihat proses pembuatannya unik, karena kopi di didihkan diatas sebuah gelas berbahan dasar logam dan ditaruh diatas pasir yang dipanaskan diatas wajan, lalu gelas diputar putar sampai kopi didalamnya mendidih. Sekilas ketika melihat pembuatan kopi ini saya jadi teringat dengan kopi khas Turki. Untuk varian Es Kopi Pasir Rempah, ditambahkan pula beberapa rempah seperti jahe dan daun jeruk yang menambah aroma dan cita rasanya. Lalu ketika akan dituang, kopi disaring menggunakan saringan dari anyaman bambu yang dibuat berbentuk kerucut, sangat menarik dan terkesan tradisional kan? Setelah mencicipi rasanya, ternyata Es Kopi Pasir Rempah ini sangat nikmat, rasa segar rempahnya tidak terlalu kuat juga tidak mengganggu serta bersatu dengan gurih manis dan sedikit pahit dari susu dan si kopi itu sendiri. Kata ibu Sela, kopi ini bukan hanya nikmat diminum tapi juga bermanfaat untuk tubuh. Salah satunya untuk kesehatan jantung, mengontrol berat badan, juga dengan tambahan rempah tadi dapat menghangatkan badan.
Menurut ibu Sela pula, ternyata Es Kopi Pasir Rempah ini memang menjadi salah satu primadona di cafe nya. Di booth nya ia juga menjual beberapa varian biji kopi yang masih utuh, biji kopi siap giling, bahkan yang sudah menjadi bubuk. Di booth ini kita juga dapat melihat proses roasting biji kopi dengan alat yang cukup unik.
Diantara semua produk itu, ada lagi yang menarik perhatian saya, yaitu Kopi sachet celup. Unik kan? Melihat bentuknya, bubuk kopi di letakkan dalam kantung osmofilter seperti pada teh celup, lalu memiliki dua bagian kertas yang dapat disangkutkan pada dua sisi bibir gelas. Jadi, Kopi Celup ini memungkinkan kita untuk minum kopi tanpa harus memikirkan ampasnya.
Karena penasaran, saya diberikan hadiah oleh ibu Sela untuk mencicipi 'Kopi Celup' itu, tanpa menyia-nyiakan kesempatan saya menjatuhkan pilihan pada varian bubuk Kopi Arabika Temanggung. Arabica Temanggung sendiri memang salah satu kopi yang membuat saya penasaran karena terkenal unik akan aroma tembakaunya. Ternyata rasanya agak fruity, tidak begitu asam, tidak terlalu pahit, cocok untuk pecinta arabica namun tidak kuat dengan asam yang terlalu tinggi, dan benar saja ketika diseduh tercium aroma tembakau yang lembut dan membuat pikiran seakan terlempar ke suasana kampung kampung di pelosok Temanggung.
Mao Kopi tidak hanya ada di Big Bang Youth Jakarta saja, ternyata mereka memiliki cafenya sendiri di daerah Meruyung, Depok Jawa Barat. Disana juga ibu Sela biasa membuka kelas kopi untuk para kawula muda yang ingin belajar menyeduh kopi. Nah, untuk Atmaguys yang tertarik untuk mencoba Kopi Pasir, Cheese Kopi ataupun Kopi Celup bisa cek ke akun instagram @Mao.Kopi atau langsung datang ke cafe Mao Kopi atau ke Big Bang Youth Jakarta di Jiexpo Kemayoran, ya!
Sudah dilihat 173 kali

Komentar