Memaknai Berkurban Saat Idul Adha

69539 medium untitled 2 b8f0c93c55f549ae08ab36c39506f39f 750x500
Hari ini bertepatan tanggal 10 Dzulhijjah 1440 H, yang merupakan hari raya Idul Adha atau sering dikenal dengan hari raya kurban. Berkurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam AS diperintahkan berqurban. Maka Allah SWT menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah SWT berfirman:
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Maaidah 27).

Qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Ibrahim AS, saat beliau diperintahkan Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, Ismail AS. Disebutkan dalam surat As-Shaaffaat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Kemudian qurban ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari Syariah Islam, syiar dan ibadah kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas nikmat kehidupan.

Banyak sekali makna berkurban. Diantaranya:

1. Meningkatkan Ketaqwaan
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa berkurban merupakan perintah Allah SWT. Berkurban merupakan bukti ketakwaan kepada Allah, untuk selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Berkurban bermaksud untuk mengajak para umat muslim agar menjalankan perintah-Nya guna meningkatkan keimanan serta menghindarkan diri kita dari nafsu dunia.

2. Mengajarkan sifat berbagi dan Membangun Rasa Empati
Berkurban berarti berbagi. Dengan berkurban berarti kita mau berbagi. Misalnya dengan membagikan daging kurban ke warga yang tidak mampu. Selain itu kita juga dapat belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan (memperhatikan orang lain yang ekonominya kurang), serta menjauhi dari sifat kikir (pelit). Karena itu kurban tidak cukup dilakukan sekali seumur hidup atau dalam artian setiap tanggal 10 Dzulhijjah, maka kita wajib melaksanakan idul qurban ini.

3. Melimpahkan Rezeki
Selain berpahala, berkurban akan membuat rezeki kita berlimpah. Menyedekahkan rezeki kita untuk berkurban tentu akan jauh lebih bermanfaat dan bisa menjadi contoh penting untuk umat muslim yang lainnya, terlebih untuk kaum golongan atas (mampu) wajib hukumnya untuk melaksanakan ibadah ini. Nah, salah satu manfaat yang akan kamu rasakan kelak adalah lancarnya rezeki yang kamu miliki.

Itulah diantara makna berkurban yang kita lakukan. Selamat hari raya Idul Adha. Semoga bermanfaat! #atmaGobanten #harirayakurban

Sudah dilihat 34 kali

Komentar