Melihat Makam Raja Tolitoli di Pulau Lutungan, Sulawesi Tengah

23 August 2019, 12:50 WIB
3 0 144
Gambar untuk Melihat Makam Raja Tolitoli di Pulau Lutungan, Sulawesi Tengah
Dua orang peziarah terlihat duduk bersila sambil memanjatkan doa di salah satu makam yang berada di puncak gunung Pulau Lutungan, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Senin (8/7).

ADVERTISEMENT

Sedikitnya, enam makam di Pulau Lutungan ini milik keluarga dari Raja Tolitoli yang dijadikan cagar budaya. Biasanya setiap hari libur, banyak warga dari berbagai wilayah Kabupaten Tolitoli berziarah ke makam sang raja.

Untuk menuju ke lokasi pemakaman, para peziarah dari Kota Tolitoli harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 20 menit dengan menggunakan transportasi laut berupa perahu atau pun kapal.



Makam Raja Tolitoli di puncak gunung Pulau Lutungan Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Foto: Mohamad Sabran/PaluPoso

Setelah tiba di pulau yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga tersebut, para peziarah akan dibuat terpesona akan keindahan Pulau Lutungan. Sebab, sesampainya di sana, para peziarah akan langsung disambut berbagai pepohonan yang hijau nan rindang disertai angin sepoi-sepoi dari laut lepas.

Ada yang menarik sekaligus aneh saat menuju makam para raja yang berada di Puncak Tando Kanau. Untuk sampai di puncak, para peziarah harus melewati anak tangga yang lumayan banyak, di mana ketika menapaki anak tangga tersebut dan menghitung jumlah anak tangga yang dilewatinya, setiap peziarah akan memiliki perhitungan tersendiri dibanding peziarah lainnya. Ini menjadi misteri tersendiri bagi peziarah yang menapaki anak tangga menuju Puncak Tando Kanau.



Makam ini juga menarik minat wisatawan asing. Foto: Mohamad Sabran/PaluPoso

Para peziarah akan melewati anak tangga dengan kemiringan mencapai 90 derajat. Setelah tiba di puncak bukit, para peziarah akan melihat beberapa makam milik keluarga Raja Tolitoli yang dihiasi dengan kain kuning sebagai simbol kain kerajaan.

ADVERTISEMENT

Juru kunci penjaga makam Raja Tolitoli, Basri, mengatakan para pengunjung yang datang berziarah ke makam sebagian besar berasal dari wilayah Kabupaten Tolitoli. Tak hanya penduduk lokal, Basri juga bercerita ada juga wisatawan asing, seperti dari Malaysia dan Brunei Darussalam, yang sengaja datang untuk melihat langsung makam Raja Tolitoli.

"Rata-rata peziarah yang datang ke sini sebagian besar merupakan warga sekitar Kabupaten Tolitoli. Setelah mereka melakukan hajatan dan tercapai, selanjutnya melakukan doa syukuran di Pulau Lutungan," kata Basri saat ditemui PaluPoso, Senin (8/7).

Pria paruh baya itu bercerita soal asal-usul makam tersebut. Konon dari cerita dan sejarah dari kakek buyutnya, sebelum Raja Syaifuddin Bantilan meninggal, ia sudah berwasiat pada keluarga, kerabat, dan masyarakat jika kelak ia wafat agar dimakamkan di Tando Kanau. Tujuannya untuk tetap menjaga dan menjadi perisai bagi kota Tolitoli dari semua gangguan serta ancaman dari luar, baik fisik maupun nonfisik (gaib).

Saat raja wafat pada tahun 1867, prosesi pemakamannya menggunakan perahu-perahu rakyat yang ditata secara tersusun dari Kampung Nalu menuju Tando Kanau. Susunan perahu-perahu tersebut bagaikan sebuah jembatan penghubung yang akan dilewati para pengusung jenazah sang raja.

Konon menurut Basri, makam raja ini dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Para pengunjung yang berziarah ke makam tersebut memiliki kebiasaan menanamkan lidi dengan niat bermacam-macam.

Lidinya dipotong sesuai dengan ukuran jengkalan tanah. Jika lidi yang ditanamkan di pusara makam tersebut bertambah panjang maka berarti niatnya akan terkabul. Sebaliknya, jika lidinya berubah menjadi pendek maka niatnya tidak akan terkabul.

Kontributor: Mohamad Sabran (Tolitoli)

sumber : https://m.kumparan.com/

  Komentar untuk Melihat Makam Raja Tolitoli di Pulau Lutungan, Sulawesi Tengah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Penimbunan Lokasi Smelter PT. GNI Diduga Tidak Memiliki IUP

    Sandy Makal  di  Morowali Utara  |  24 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 11
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020