Media Massa Untuk Melindungi Perempuan dan Anak

25 February 2019, 01:06 WIB
2 0 379
Gambar untuk Media Massa Untuk Melindungi Perempuan dan Anak
Kasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Winda Ruliana, M. Psi, Psikolog mengatakan media massa merupakan satu di antara mitra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam melindungi perempuan dan anak Indonesia

Namun sayangnya masih ada media massa yang melakukan eksploitasi terhadap isu-isu perempuan dan anak.
Bertepatan dengan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2019 pada 9 Februari 2019, di hadapan Presiden Joko Widodo, Mama Yo menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian PPPA dengan Dewan Pers tentang Profesionalitas Pemberitaan Media Massa dalam Perlindungan Perempuan dan Anak.

Butir-butir utama dari Nota Kesepahaman Profesionalitas Pemberitaan Media Massa dalam Perlindungan Perempuan dan Anak di antaranya.

1. Wartawan merahasiakan identitas anak dalam memberikan informasi tentang anak, khususnya yang diduga, disangka, didakwa melakukan pelanggaran hukum atau dipidana atas kejahatannya.

2. Wartawan memberitakan secara faktual dengan kalimat/narasi/visual/audio yang bernuansa positif, empati, dan/atau tidak membuat deskripsi/rekonstruksi peristiwa yang bersifat seksual dan sadistis.

3. Wartawan tidak mencari atau menggali informasi mengenai hal-hal di luar kapasitas anak untuk menjawabnya seperti peristiwa kematian, perceraian, perselingkuhan orang tuanya dan/atau keluarga, serta kekerasan atau kejahatan, konflik dan bencana yang menimbulkan dampak traumatik.

4. Wartawan dapat mengambil visual untuk melengkapi informasi tentang peristiwa anak terkait persoalan hukum, namun tidak menyiarkan visual dan audio identitas atau asosiasi identitas anak.

5. Wartawan dalam membuat berita yang bernuansa positif, prestasi, atau pencapaian mempertimbangkan dampak psikologis anak dan efek negatif pemberitaan yang berlebihan.

6. Wartawan tidak menggali informasi dan tidak memberitakan keberadaan anak yang berada dalam perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

7. Wartawan tidak mewawancarai saksi anak dalam kasus yang pelaku kejahatannya belum ditangkap/ditahan.

8. Wartawan menghindari pengungkapan identitas pelaku kejahatan seksual yang mengaitkan hubungan darah/keluarga antara korban anak dan pelaku.

Apabila identitas sudah diberitakan, maka wartawan segera menghentikan pengungkapan identitas anak.

Khusus untuk media siber, berita yang menyebutkan identitas dan sudah dimuat, di edit ulang agar identitas anak tersebut tidak terungkap.

9. Dalam hal berita anak hilang atau disandera diperbolehkan mengungkapkan identitas anak, tapi apabila kemudian diketahui keberadaannya, maka dalam pemberitaan berikutnya segala identitas anak tidak boleh dipublikasikan dan pemberitaan sebelumnya dihapus.

10. Wartawan tidak memberitakan identitas anak yang dilibatkan oleh orang dewasa dalam kegiatan yang terkait politik dan yang mengandung SARA.

11. Wartawan tidak memberitakan tentang anak dengan menggunakan materi (video/foto/status/audio) semata-mata hanya dari media sosial.

12. Dalam peradilan anak, wartawan menghormati ketentuan dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Peran pemberitaan sangat penting dalam upaya perlindungan baik pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan dengan kata lain menjadi bagian solusi atas masalah.

Ini tidak hanya berlaku untuk para wartawan, tapi juga bisa diterapkan untuk AtmaMoms dan AtmaDads jika nge-share sesuatu tentang anak di medsos ataupun WhatsApp.

Mari menjadi warga yang bermanfaat :)

Sumber: tribunnews.com

  Komentar untuk Media Massa Untuk Melindungi Perempuan dan Anak

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  2. Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Ibadah

    Hendra Gilang  di  Jakarta Pusat  |  1 Jul 2020
  3. SIBAT MOJOPANGGUNG bersama PMI BANYUWANGI Peduli Disabilitas

    Ismy Banyuwangi  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  28 Jun 2020
  4. Mengenal lebih dekat WARSIMAH GunungKetur Pakualaman di masa Covid-19

    E Ruslan  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  29 Jun 2020

Komentar Terbanyak

  1. 6
    Komentar

    SIBAT MOJOPANGGUNG bersama PMI BANYUWANGI Peduli Disabilitas

    Ismy Banyuwangi  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  28 Jun 2020
  2. 1
    Komentar

    kegiatan pagi ini

    AI HARYANTI  di  Baros, Sukabumi Kota  |  28 Jun 2020
  3. 1
    Komentar

    BLT DANA DESA TAHAP KE 2 DI DESA DADAPAN

    ahmad wahib  di  Solokuro, Lamongan  |  30 Jun 2020
  4. 1
    Komentar

    Yuk Gunakan Kalkulator COVID19 Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatanmu

    Muh Agung  di  Jakarta Barat  |  30 Jun 2020